Mantan Panglima TNI, Yudo Margono Hadir Semarakkan Nobar Wayang Kulit HUT AKABRI ’88 di Kediri

IMG-20260728-WA0001

Kediri ll Kehadiran mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Yudo Margono, menjadi magnet tersendiri dalam gelaran nonton bareng ( nobar ) wayang kulit dan pesta rakyat dalam rangka HUT AKABRI ‘ 88 ke – 48, dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, pasa Minggu, 26/7/2026.
Acara yang digelar dikediaman Mayjen TNI ( purn ) Bambang Sutrisno, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kehadiran mantan Panglima TNI tersebut semakin menyemarakkan acara nobar wayang kulit dan pesta rakyat.

Ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga larut malam. Tak hanya disuguhi pagelaran wayang kulit yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan, masyarakat juga menikmati sajian kuliner gratis dari para pelaku UMKM yang dihadirkan oleh Penyelenggara acara, Mayjen TNI ( purn ) Bambang Sutrisno dalam pesta rakyat tersebut.

Bagi masyarakat yang hadir, sosok Jenderal TNI ( purn ) Yudo Margono, bukanlah nama yang asing .
Pengabdian beliau sebagai Panglima TNI telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa. Meski telah memasuki masa purnatugas, semangat pengabdian kepada masyarakat tidak pernah benar – benar usai. Kehadirannya ditengah masyarakat Kediri sebagai simbol bahwa pengabdian kepada bangsa dapat terus diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui kedekatan dengan rakyat dan pelestarian budaya bangsa.

Sementara itu, Mayjen TNI ( purn ) Bambang Sutrisno, selaku penyelenggara kegiatan menghadirksn nobar wayang kulit, bukan sekadar sebagai hiburan rakyat, namun juga sebagai ruang silaturahmi yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya luhur bangsa menjadi pesan yang ingin dihadirkan dalam momentum HUT AKABRI ’88 ke- 48 ini.

Kehadiran mantan Panglima TNI ( purn ) Yudo Margono pun menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan acara nobar. Sosok pemimpin yang pernah memegang tongkat komando tertinggi TNI tersebut, hadir menbaur bersama masyarakat, memperlihatkan bahwa kedekatan antara prajurit dan rakyat merupakan nilai yang senantiasa dijaga.

Momentum HUT AKABRI ’88, dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 tahun, pada akhirnya tidak hanya menghadirkan kemeriahan nobar wayang kulit dan pesta rakyat saja, tetapi juga menghadirkan keteladanan tentang pengabdian yang tidak pernah mengenal kata usai. Sebab bagi mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara, pengabdian kepada rakyat akan senantiasa hidup sepanjang waktu.

( nurni kdr )