“Jangan Tunggu Dikritik Baru Bicara” – ASN NTT Dilatih Cakap Berkomunikasi, Kelola Isu & Manfaatkan AI Secara Bertanggung Jawab.
KUPANG, klikinfopol.com. 25 September 2026 – Dunia bergerak cepat, informasi menyebar seketika, dan masyarakat semakin kritis. Menjawab tantangan itu, Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT bersama SKALA dan Kompas Institute menutup Workshop Fasilitasi Teknis Komunikasi Kebijakan yang berlangsung selama tiga hari (23–25 September 2026) di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Yohanes Abrianto Kore, menegaskan di akhir kegiatan: zaman menuntut ASN tidak sekadar melaksanakan tugas, tetapi mampu membaca situasi, mengantisipasi isu, dan merespons dengan data yang akurat.
“Ketika muncul isu negatif, jangan langsung defensif. Cerna, analisis, lalu sampaikan fakta dan data yang sebenarnya. Tujuannya satu: menjaga kepercayaan masyarakat. ASN harus antisipatif, adaptif, dan responsif secara positif serta bertanggung jawab,” tegas Abrianto.
Ia juga mengapresiasi dukungan SKALA yang telah memfasilitasi penguatan kapasitas ini sebagai investasi penting bagi aparatur Pemprov NTT.
Pada hari ketiga, Antonius Sulistyo Prabowo (Editorial Social Media Strategist Harian Kompas) membekali peserta keterampilan praktis:
– Fotografi & videografi – bukan sekadar cantik, tapi punya nilai berita dan mampu bertutur. Diajarkan rumus detail, frame, angle, time serta teknik memotret menggunakan ponsel
– Video pendek – perhatikan konteks, alur cerita, tarik perhatian di detik pertama, gunakan teks, dan ajak audiens berpartisipasi
– Pendekatan 5F – Fear, Food, Female, Faith, Fun untuk menemukan sisi cerita yang menyentuh hati masyarakat, bukan sekadar laporan birokrasi
– AI sebagai alat bantu – bantu menyederhanakan bahasa, cari sudut pandang, susun kerangka. Tetapi AI bukan pengganti verifikasi manusia. Setiap informasi harus dicek kebenarannya, karena AI bisa menghasilkan hal yang terdengar benar padahal tidak. Tanggung jawab tetap di tangan kita.
Peserta diajarkan: menghadapi isu di media sosial, respons harus tenang, berbasis solusi, dan mengarahkan warga ke sumber informasi resmi. Tutup kesempatan bagi pihak lain yang belum tentu benar untuk mengisi keheningan.
“Jangan biarkan orang lain yang menceritakan program kita. Kita yang harus tampil lebih dulu, lebih jelas, dan lebih jujur,” menjadi pesan yang tertanam kuat.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis – ini adalah langkah nyata Pemprov NTT memastikan setiap ASN menjadi jembatan yang kokoh antara pemerintah dan rakyat. Program bagus tidak berguna jika tidak dipahami; kebijakan tepat tidak akan dihargai jika tidak disampaikan dengan tulus dan jelas.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Meldo Nailopo
Foto: Dio Ceunfin – Nuel Here Wele
Editor: Hiro Lukas
