Jangan Hanya Seremonial, Wagub Johni Minta Bantuan Intervensi Desa Manmas Dorong Ekonomi Masyarakat Berkelanjutan.

IMG_20261028_215442_891

Desa Manmas – Alor, klikinfopol.com. 28 Oktober 2026 – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan program intervensi desa tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan kepada masyarakat Desa Manmas, Kecamatan Alor Selatan, ia menuntut program tersebut menjadi mesin penggerak ekonomi warga: meningkatkan produksi, membuka akses pasar, menciptakan lapangan kerja, dan mengangkat pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi pertemuan seremonial, tidak boleh berakhir pada penyerahan bantuan, dan tidak boleh selesai ketika tenda kegiatan dibongkar. Kegiatan ini harus menjadi awal dari bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Wagub Johni dalam arahannya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Dasa Cita Ayo Bangun NTT, khususnya misi menghubungkan hasil ladang dan laut ke pasar secara efisien, modern, dan aman.

Desa Manmas menyimpan potensi besar dari hasil olahan emping, tepung umbi‑umbian, dan minyak kemiri. Wagub Johni mendorong masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mengembangkan produk tersebut menjadi produk unggulan desa dengan nilai tambah tinggi melalui pendekatan One Village One Product.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perangkat daerah, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, perbankan, dan mitra pembangunan. Saluran pemasaran seperti NTT Mart dan Dekranasda diharapkan membuka pasar luas bagi produk warga Manmas, sehingga kelompok usaha tidak bekerja sendirian.

Sebanyak lima kelompok usaha di Desa Manmas menerima paket peralatan produksi lengkap, mulai dari mesin potong keripik, mesin press minyak kemiri, oven besar, timbangan elektronik, hingga peralatan pengemasan. Peralatan tersebut bertujuan menaikkan kapasitas produksi dan kualitas produk kelompok UMKM lokal.

Wagub Johni mengingatkan bantuan tersebut bukan hadiah pribadi, melainkan amanah masyarakat yang harus dimanfaatkan secara produktif dan transparan. Pemerintah Provinsi NTT melalui Bapperida juga menjamin pendampingan, pelatihan, serta monitoring berkelanjutan agar peralatan benar‑benar menghasilkan produk yang terjual dan menambah penghasilan warga.

Dalam dialog interaktif setelah penyerahan bantuan, warga menyampaikan dua kebutuhan mendesak: perbaikan jalan akses untuk kelancaran mobilitas ekonomi, serta penggantian meja dan kursi sekolah yang sudah rusak. Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menanggapi bahwa pemerintah desa diminta mendata seluruh kebutuhan secara rinci untuk diajukan dalam mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.

Menutup kegiatan, Wagub Johni berharap Desa Manmas menjadi model desa mandiri di NTT, dengan kelompok UMKM yang naik kelas, lapangan kerja baru, dan produk unggulan desa yang dikenal luas. Ia menekankan keberhasilan program diukur bukan dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan langsung oleh keluarga‑keluarga di desa.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Alexander L. Raditia

Foto: Beni Triyono

Editor: Hiro Lukas