Harganas ke-33: Gubernur Melki Tegaskan: Rumah Adalah Benteng Pertama Hadapi Tantangan Zaman.

IMG_20260629_125954_601

KUPANG, 29 Juni 2026 – Suasana khidmat menyelimuti halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT saat dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Senin (29/6/2026). Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin upacara yang dihadiri pimpinan perangkat daerah, jajaran BKKBN, serta ribuan ASN Pemprov NTT.

Dalam sambutan Menteri Kependudukan dan PP/BKKBN Dr. Wihaji yang dibacakan Gubernur, ditegaskan Harganas bukan sekadar seremonial, melainkan momen refleksi: Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan melahirkan generasi pemenang?

Di tengah tantangan era yang berubah cepat, penuh ketidakpastian, dan disrupsi digital, ketangguhan keluarga bukan pilihan, melainkan keharusan.

“Kita berada di ambang Bonus Demografi yang bisa melesatkan Indonesia jadi kekuatan ekonomi dunia. Tapi ini bisa berubah jadi bencana jika generasi muda tidak berkualitas,” ujar Gubernur membacakan pesan menteri.

Pembangunan SDM unggul tak dimulai di sekolah, tapi dari rahim ibu dan asuhan di rumah. Tiga pilar utama harus diperkuat:

✅ Kesehatan: Tuntaskan stunting lewat gizi cukup di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

✅ Pendidikan Karakter: Jadikan rumah madrasah integritas dan kejujuran

✅ Ketahanan Mental: Jadikan keluarga pelabuhan emosional yang stabil.

Tema tahun ini menyoroti peran vital ayah dalam pengasuhan.

“Jangan biarkan kita jadi bangsa yang ayahnya hadir fisik tapi absen jiwa. Jangan biarkan gawai menggantikan peran orang tua, jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk layar,” tegas pesan menteri.

Hadirnya ayah, pelukan hangat, dan dialog terbuka adalah benteng paling ampuh melindungi anak dari bahaya pergaulan bebas, narkoba, kekerasan, hingga pengaruh buruk media sosial.

Tawuran, perundungan, dan kenakalan remaja adalah sinyal fungsi keluarga mulai melemah.

“Jangan tunggu anak jadi korban atau pelaku. Benteng pertahanan terbaik ada di rumah kita sendiri. Jadikan rumah tempat paling dirindukan, agar ke mana pun melangkah, anak selalu ingat jalan pulang ke rumah.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis : Alexander L. Raditia

Foto : Beni, Nuel

Editor : Hiro Lukas