Gubernur Melki Pimpin Konsolidasi di Sikka: Data Harus Sinkron, Tak Ada Warga Terdampak yang Terlewatkan.
MAUMERE, klikinfopol.com. 8 September 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya kesamaan dan kesinkronan data sebagai dasar utama penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, agar tidak ada satu pun masyarakat terdampak yang terlupakan. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Konsolidasi Penanganan Dampak Gempa Flores di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Flores, BPBD Kabupaten Sikka, Maumere, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka, jajaran pemerintah kabupaten, perwakilan BNPB, unsur Forkopimda, DPRD Kabupaten Sikka, serta pimpinan instansi terkait. Fokus utama pertemuan ini adalah menyatukan langkah menghadapi masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
“Data kita perlu samakan dulu. Kita semua yang terlibat harus menyamakan data. Jangan sampai ada yang belum sempat masuk. Data harus sama, harus sinkron, dan tidak boleh ada masyarakat terdampak yang terlupakan,” tegas Gubernur Melki.
BMKG melaporkan hingga Selasa pagi pukul 05.00 WITA, telah tercatat sekitar 13.000 kali gempa susulan, di mana 177 di antaranya dirasakan masyarakat. Meski menunjukkan tren penurunan, aktivitas gempa diperkirakan masih berlangsung dalam 3–4 minggu ke depan. Pihak BMKG juga mengingatkan perhatian khusus terhadap penyintas, mengingat September–Oktober merupakan puncak musim kemarau.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi NTT, terutama terkait akses transportasi laut ke Pulau Palue. Jumlah pengungsi di Sikka kini tercatat 925 Kepala Keluarga, tersebar di Kecamatan Palue, Kangae, dan Nita. Enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.
Saat ini telah didata 3.042 rumah terdampak, dengan 1.252 data masih dalam proses input, serta ratusan lainnya masih dalam tahap pendataan. Tim verifikasi yang dibekali BNPB terus bekerja, dengan target penyelesaian pada minggu depan. Pemerintah juga segera menyiapkan hunian sementara bagi rumah yang rusak berat.
Pemerintah Kabupaten Sikka sedang menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang ditargetkan rampung minggu ini. Berbagai sektor ditangani secara paralel: kesehatan, pendidikan, pertanian, perumahan, air bersih, bantuan sosial, hingga pemulihan ekonomi.
Gubernur Melki juga telah meminta 10.000 tenda ke pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang bangunannya belum dapat digunakan. Sementara itu, akses transportasi laut ke Pulau Palue kini kembali normal dengan beroperasinya KM Ine Rie di rute Maumere–Palue.
Selain itu, didorong pula adanya relaksasi pinjaman bagi masyarakat terdampak untuk membantu pemulihan ekonomi. Kejaksaan siap memberikan pendampingan hukum agar penggunaan anggaran berjalan tepat dan sesuai ketentuan. PLN juga melaporkan kelistrikan di Sikka umumnya telah kembali normal.
“Yang paling penting, solidaritas harus bagus. Kita harus kompak untuk kemanusiaan,” tegas Gubernur menutup rapat.
Dengan data yang sinkron dan langkah yang terpadu, seluruh pihak berkomitmen memastikan tidak ada warga yang terlewatkan, dari masa tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemerintah Provinsi NTT.
Penulis: Oan Wutun
Foto: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
