Gubernur Melki di Metro TV: 102 Ribu Rumah Rusak, Penanganan Gempa Flores Menuju Pemulihan, Tetap Waspada. 3.545 Personel TNI Dikerahkan.
KUPANG, klikinfopol.com. 9 September 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran Forkopimda menegaskan komitmen terus mengawal penanganan gempa bumi Flores secara terpadu, dari masa tanggap darurat hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Prime Time News Metro TV, Selasa (8/9/2026), bertajuk “NTT Diguncang M7,7: Ribuan Mengungsi, Negara Bergerak Menembus Wilayah Terisolir”.
Gubernur Melki hadir bersama Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko dan Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Hendro Cahyono. Ketiganya memaparkan langkah nyata yang telah dijalankan sejak hari pertama bencana, serta tantangan ke depan.
Gubernur mengingatkan bahwa meskipun persiapan menuju masa transisi dan pemulihan sudah dimulai, kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Bahkan saat berada di Pulau Palue, gempa berkekuatan 5,2 magnitudo masih terasa.
“Kita masuk dari masa tanggap darurat menuju pemulihan, tetapi harus tetap ekstra hati-hati. Mitigasi bencana harus terus ditingkatkan karena situasi ini belum sepenuhnya selesai,” tegas Gubernur Melki.
Mengingat sejarah gempa besar Flores 1992 yang disertai tsunami, Gubernur menekankan pengalaman panjang masyarakat Flores menjadi kekuatan sekaligus pengingat untuk tidak lengah.
Berdasarkan rekapitulasi sementara, tercatat lebih dari 102.000 rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat di tujuh kabupaten terdampak. Data tersebut masih dalam proses verifikasi bersama BNPB dan tim teknis Kementerian PUPR untuk memastikan akurasi sebelum tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan.
Pemerintah Provinsi kini mulai menyusun langkah transisi menuju pemulihan, sekaligus mempercepat sinkronisasi data kerusakan di sektor perumahan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik.
Gubernur Melki menegaskan penanganan bencana berjalan kolaboratif sejak dini. Di hari pertama pascagempa, Gubernur beserta Forkopimda langsung menuju Sikka untuk konsolidasi di lapangan. Dukungan pemerintah pusat pun berjalan cepat sejak awal.
“Sejak hari pertama dukungan pemerintah pusat sudah sangat kuat. Presiden memberikan perhatian langsung dan memerintahkan jajaran kabinet untuk mendukung penuh penanganan gempa Flores,” ungkapnya.
Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Hendro Cahyono melaporkan TNI telah mengerahkan 3.545 personel dari AD, AL, dan AU, didukung 5 helikopter dan 3 kapal untuk menjangkau wilayah terisolir. Ia juga mengingatkan bangunan yang retak rentan rusak lebih parah akibat gempa susulan, serta memastikan pengungsian terpenuhi logistik, sanitasi, dan perlindungan kelompok rentan.
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menambahkan kepolisian turun sejak hari pertama, mendirikan posko hingga tingkat Polsek, membantu pendataan dan penyaluran bantuan. Di tengah situasi sulit, tidak terjadi satu pun aksi penjarahan, bukti kuatnya solidaritas masyarakat NTT.
“Kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kekuatan utama kita. Dengan dukungan pemerintah pusat, kita pastikan tidak ada yang tertinggal, dari masa tanggap darurat hingga pemulihan sepenuhnya,” tegas Gubernur Melki menutup dialog.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
