Empat Sektor Potensi Alor Harus Dikelola Optimal – Wagub Johni di Hadapan 103 Penyuluh Pertanian, Ingatkan Pentingnya Hilirisasi Komoditas Alor.
ALOR, klikinfopol.com. 12 Oktober 2026 – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma berkunjung ke Kantor CWS Penyuluh Kementerian Pertanian Kabupaten Alor, Senin (12/10/2026), dan berdialog langsung dengan 103 penyuluh pertanian yang tersebar di 18 kecamatan dan 175 desa/kelurahan. Wagub mendorong agar potensi besar yang dimiliki Alor dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus pendapatan daerah.
Dalam arahannya, Wagub Johni menegaskan bahwa Kabupaten Alor memiliki kekuatan luar biasa di empat sektor utama – pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata.
“Keempat sektor ini harus dikelola dengan baik. Kalau dikelola dengan benar, kesejahteraan masyarakat meningkat dan Pendapatan Asli Daerah juga ikut tumbuh. Inilah yang harus kita kejar bersama-sama.”
Beliau mencontohkan Kabupaten Badung, Bali, yang berhasil mengelola pariwisata dengan baik untuk mendongkrak PAD, dan mendorong Alor belajar dari keberhasilan daerah lain – termasuk mengembangkan wisata alam, budaya, dan keagamaan yang khas bagi masyarakat Alor.
Pesan yang paling ditekankan Wagub adalah pengolahan komoditas unggulan Alor, terutama jambu mete dan kakao.
“Jambu mete adalah kebanggaan kita. Tapi jangan hanya jual kacang mete mentah. Olah menjadi selai, camilan, atau produk olahan lainnya. Nilai jualnya bisa naik dua hingga tiga kali lipat.”
Beliau menginginkan adanya proses hilirisasi – bahan baku diolah di daerah sendiri sehingga nilai ekonominya tetap berputar di tangan masyarakat Alor. Teknologi pengolahan dan pendampingan petani menjadi kunci utama keberhasilan langkah ini.
Wagub juga menitipkan pesan penting yang tak kalah strategis: penyuluh pertanian tidak hanya bicara soal tanam-tumbuh, tetapi juga harus menjadi pembimbing kehidupan masyarakat.
“Kalau daerah tidak aman, ekonomi susah tumbuh. Saya titip, dampingi keluarga dan anak-anak kita. Jauhi mabuk-mabukan, ciptakan lingkungan yang damai. Pembangunan butuh ketenangan di tengah masyarakat.”
Beliau juga mengingatkan keluarga untuk bijak mengelola pengeluaran rumah tangga – utamakan gizi dan pendidikan anak, kurangi pengeluaran yang tidak produktif.
Menyikapi perkiraan curah hujan yang baru akan normal kembali pada Januari–Februari, Wagub mengingatkan para penyuluh untuk membantu petani menyesuaikan pola tanam dan menghemat penggunaan air. Pemanfaatan lahan kosong juga digalakkan – tanah yang terbiar harus ditanami komoditas produktif.
“Tanah kosong jangan dibiarkan kosong. Kampanyekan gerakan menanam. Setiap lahan yang produktif adalah harapan bagi keluarga kita,” ajaknya.
Di akhir kunjungannya, Wagub menyampaikan penghargaan tulus kepada seluruh penyuluh pertanian di Alor.
“Terima kasih Bapak dan Ibu penyuluh. Kehadiran Saudara di desa-desa sangat berharga. Dampingi petani, inovasi terus, dan jadilah mitra terpercaya pemerintah di lapangan. Bukan hanya menyuluhkan pertanian, tetapi juga menyuluhkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi keluarga kita.”
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penulis : Librik Abineno
Foto : Dio Ceunfin
Editor: Hiro Lukas
