Dari Bantuan Menuju Pemulihan: Gubernur Melki Tegaskan Huntap Lewotobi Harus Dilengkapi Infrastruktur & Mata Pencaharian.
MAUMERE, klikinfopol.com. — Memulai rangkaian berkantor di Flores, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Rapat Koordinasi percepatan penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Senin (7/9/2026) malam di Maumere. Pertemuan ini menegaskan komitmen pemulihan menyeluruh, tidak hanya membangun hunian, tetapi membangun kembali kehidupan masyarakat.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Flores Timur Ignatius Boli Uran serta jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten.
Sejak erupsi akhir Desember 2024, 2.310 KK terdampak di enam desa Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang. Sebanyak 238 KK memilih relokasi mandiri, sisanya direncanakan menempati Hunian Tetap (Huntap) di tiga lokasi Kecamatan Titehena:
– Kuhe, Desa Konga — 5 hektare, pembayaran ganti rugi selesai, ditargetkan 244 unit rumah dibangun tahun ini
– Todo, Desa Lewolaga — 25,98 hektare, tahap penilaian & penghitungan ganti rugi
– Walang, Desa Lewolaga — 22 hektare, tahap persiapan administrasi
“Ini kita harus kerja cepat. Dari sisi pertanahan harus segera diselesaikan, karena pembangunan rumah dan fasilitas pendukungnya tidak boleh terus tertahan oleh persoalan administrasi,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur menegaskan prinsip penting: Huntap bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Kawasan relokasi harus menjadi kawasan kehidupan baru yang dilengkapi:
– Jalan, jembatan, irigasi
– Air bersih & sanitasi
– Fasilitas pendidikan & kesehatan
– Rumah ibadah
– Sarana mata pencaharian
“Kita tidak boleh hanya fokus membangun rumah. Setelah masyarakat pindah, mereka harus bisa hidup dengan baik. Pendidikan, kesehatan, air bersih, jalan, dan mata pencaharian harus dipikirkan sejak awal,” ujar Gubernur.
Pelayanan pendidikan dan kesehatan di hunian sementara terus berjalan. Pemprov NTT telah menetapkan pembebasan iuran pendidikan bagi siswa SMA/SMK negeri penyintas erupsi, sesuai Peraturan Gubernur NTT Nomor 53 Tahun 2025. Perhatian juga diberikan kepada sekolah swasta yang menghadapi kendala operasional.
Menjelang musim hujan, pemerintah mengantisipasi risiko banjir dan lahar dingin dengan langkah mitigasi dan penguatan infrastruktur. Sementara itu, pemulihan ekonomi difokuskan pada:
– Sektor pertanian, perkebunan & peternakan
– Kelautan & perikanan
– UMKM dan relaksasi kredit
– Perhatian khusus bagi perempuan kepala keluarga & kelompok rentan
Wakil Bupati Ignatius Boli Uran menyampaikan apresiasi: “Kami berterima kasih atas perhatian Pak Gubernur. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada Huntap, tetapi juga mempersiapkan kehidupan masyarakat setelah direlokasi.”
“Kita harus pastikan masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian. Kita percepat Huntapnya, kita siapkan fasilitasnya, dan yang paling penting, kita bantu masyarakat untuk kembali membangun kehidupannya,” tegas Gubernur Melki.
Pemulihan Lewotobi bukan sekadar memindahkan warga, melainkan memberikan mereka kesempatan memulai kehidupan baru yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov NTT.
Penulis: Oan Wutun
Foto: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
