Pontuak Festival Undana 2026, Filosofi Pohon Tuak Dorong Generasi Muda Kreatif Ciptakan Lapangan Kerja di NTT.
Kupang, klikinfopol.com. 5 November 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri pembukaan Pontuak Festival Universitas Nusa Cendana 2026, kegiatan yang berlangsung 5–7 November sebagai ruang aktualisasi potensi generasi muda, kolaborasi lintas pihak, serta penggerak kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
Gubernur menegaskan festival ini bukan sekadar hiburan kampus, melainkan wadah yang mempertemukan seni, budaya, olahraga, inovasi dan kewirausahaan. Ia menyoroti filosofi pohon tuak atau pontuak yang menjadi simbol utama: akar kuat berupa ilmu pengetahuan, budaya dan integritas, batang tegak berupa semangat juang, serta buah berupa karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa‑mahasiswi Undana harus berakar kuat pada budaya, bertumbuh dengan ilmu, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. NTT membutuhkan lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” tegas Gubernur.
Rangkaian Festival Gabungkan Olahraga, Inovasi dan UMKM.
Rangkaian Pontuak Festival mencakup Sport Festival, Art Festival, Expo Inovasi dan Kewirausahaan, Festival Budaya, kegiatan pengabdian masyarakat, temu alumni serta stan promosi UMKM lokal. Sebelum pembukaan utama, kegiatan Fun Run 5 Kilometer telah dibuka oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma dan diikuti ratusan peserta.
Gubernur menilai semangat festival sejalan dengan arah pembangunan NTT serta Dasa Cita ke‑10 “Ayo Bangun NTT, Kolaborasi Bersama”. Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung ekosistem kreatif anak muda dan UMKM agar mendapatkan panggung, pendampingan serta akses pasar yang lebih luas.
Undana Targetkan World Class University Tetap Berakar Lokal.
Rektor Undana Prof. Jefri Bale menjelaskan kunci perkembangan universitas adalah kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan industri. Ia menegaskan Undana tidak ingin menjadi menara gading, melainkan “menara air” yang memberikan dampak nyata sesuai visi world class locally relevant university.
Gubernur menyambut baik cita‑cita Undana menuju universitas berkelas dunia dengan pesan utama: berpikir global, berakar lokal dan berkarya untuk kemanusiaan. Ia mengajak sivitas akademika membawa kekayaan budaya, kearifan lokal dan hasil penelitian NTT diakui tingkat nasional hingga internasional.
Pontuak Festival menjadi bukti sinergi pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, alumni dan pelaku usaha untuk melahirkan generasi muda kreatif yang peduli pembangunan NTT.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Meldo Nailopo
Foto: Dio Ceunfin – Ben Jusuf
Editor: Hiro Lukas
