Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran dan Pelayan, Gubernur NTT Buka Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap II.
Kupang, klikinfopol.com. 2 November 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan peran strategis kepala sekolah bukan hanya sebagai pengelola administrasi, melainkan pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, teladan, dan pelayan bagi guru, siswa, serta masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap II Tahun 2026 di Hotel Pelangi Kupang, kegiatan yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 9 November 2026.
Gubernur menyampaikan apresiasi atas persiapan diklat yang dinilai sebagai langkah krusial menyiapkan pemimpin pendidikan profesional untuk mendorong kemajuan pendidikan NTT. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, wilayah ini memiliki 1.045 kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Jika pada Tahap I diikuti 159 peserta, Diklat Tahap II tahun ini diikuti 135 calon kepala sekolah.
Gubernur menegaskan jumlah peserta tersebut bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk menghadirkan kepemimpinan sekolah berkualitas dan berintegritas. Ia mengajak para peserta mengamalkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yakni menjadi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberikan dorongan dari belakang.
“Diklat ini bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh sertifikat atau memenuhi persyaratan jabatan. Lebih dari itu, ini merupakan proses mempersiapkan diri untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya.
Para peserta diminta mengikuti seluruh tahapan diklat dengan sungguh‑sungguh guna mengasah kompetensi, integritas, kreativitas, keberanian, kemampuan kolaborasi, serta semangat melayani. Mereka juga diharapkan aktif berdiskusi dan belajar menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi sekolah‑sekolah di lapangan.
Gubernur menyoroti keragaman kondisi geografis dan sosial NTT yang menuntut kepala sekolah kreatif, adaptif, dan inovatif. Keterbatasan di wilayah tersebut tidak boleh menjadi penghalang, melainkan tantangan untuk melahirkan terobosan penyelenggaraan pendidikan.
Penguatan kualitas kepemimpinan pendidikan ini sejalan dengan arah pembangunan Dasa Cita “Ayo Bangun NTT”, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan merata, bermutu, dan berkarakter, serta penguatan kolaborasi pembangunan lintas pemangku kepentingan.
Di akhir arahannya, Gubernur menitipkan pesan mendalam agar para calon kepala sekolah memandang jabatan sebagai sarana melayani, bukan tujuan akhir. “Jangan hanya bertanya, apa yang harus saya perintahkan? Tetapi bertanyalah, apa yang dapat saya lakukan agar guru mengajar lebih baik, peserta didik berkembang lebih baik, dan sekolah menjadi lebih baik?” ujarnya.
Ia menutup dengan pernyataan yang menggarisbawahi pentingnya peran sekolah: “Ketika kita membangun sekolah, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Nusa Tenggara Timur.”(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Charles Gunawan
Foto: Dio Ceunfin
Editor: Hiro Lukas
