23 Tahun Perjuangan Jemaat Kecil, Gedung Gereja GMIT Polycarpus Tamanapui Resmi Ditahbiskan.

IMG_20261029_064545_258

Desa Tamanapui – Alor, klikinfopol.com. 28 Oktober 2026 – Setelah menempuh perjalanan pembangunan selama 23 tahun yang penuh pengorbanan, Gedung Gereja GMIT Polycarpus Tamanapui, Klasis Alor Tengah Selatan, resmi diresmikan dan ditahbiskan di Desa Tamanapui, Kecamatan Alor Selatan. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, hadir dalam acara khidmat tersebut dan menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, melainkan juga penguatan sumber daya manusia, pendidikan, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wagub Johni menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jemaat, panitia pembangunan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang turut berkontribusi mewujudkan gedung gereja ini. Menurutnya, gedung yang baru ditahbiskan bukan sekadar bangunan, melainkan simbol pertumbuhan iman, persatuan, dan ketekunan jemaat.

“Jangan hanya gedung gereja yang kita bangun, tetapi manusia di dalamnya juga harus kita bangun. Jemaat harus semakin kuat imannya, anak‑anak harus mendapatkan pendidikan yang baik, keluarga harus semakin sejahtera, dan generasi muda harus dipersiapkan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Wagub Johni.

Dibangun Atas Pengorbanan Jemaat Kecil Selama Dua Dekade.

Ketua Pembangunan Gedung Gereja GMIT Polycarpus Tamanapui, Yahya Loumani, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pembangunan yang menelan biaya sekitar Rp2,2 miliar. Yang istimewa, sekitar 80 persen dana berasal dari jemaat kecil di wilayah terpencil, bukan dari kalangan berpunya.

Para ibu menjual sirih pinang, para bapak menjual kemiri, pemuda menjual hasil buah‑buahan, dan warga mengusahakan kunyit serta kopi untuk memberikan sumbangan. Dukungan juga datang dari warga perantauan di Kupang, Malaysia, Kalimantan, hingga janda lanjut usia yang tetap memberikan persembahan sesuai kemampuan. Jemaat juga turut bekerja bakti mengangkut pasir, menarik balok dari gunung, menyiapkan makanan pekerja, dan membantu konstruksi selama puluhan tahun.

“Gedung ini berdiri bukan semata‑mata di atas semen dan pasir, tetapi juga di atas pengorbanan harta, tenaga, waktu, dan air mata jemaat,” ungkap Yahya Loumani.

Gereja dan Pemerintah Bersinergi Bangun Generasi Muda NTT.

Wagub Johni menegaskan peran strategis gereja dalam pembangunan daerah, sejalan dengan Dasa Cita ke‑10 Pemerintah Provinsi NTT tentang kolaborasi antar elemen masyarakat. Ia mendorong sinergi gereja dan pemerintah untuk membina generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat ketahanan keluarga.

Bertepatan dengan Peringatan Bulan Keluarga GMIT, Wagub mengingatkan orang tua sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ia mengajak orang tua menanamkan nilai iman sejak dini melalui Sekolah Minggu, doa, dan pembelajaran Alkitab, serta memberikan teladan kehidupan sehari‑hari agar anak terhindar dari pergaulan buruk.

Dukung Gerakan Jam Belajar Masyarakat dan Prioritaskan Gizi Anak.

Wagub Johni juga mengangkat pentingnya Gerakan Jam Belajar Masyarakat sesuai Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026, yang mengatur waktu belajar anak pukul 18.00–19.30 WITA. Ia meminta keluarga mengurangi penggunaan gawai dan menonton televisi yang tidak perlu, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Selain itu, Wagub mengimbau masyarakat mengelola penghasilan keluarga secara bijak, memprioritaskan kebutuhan pendidikan dan gizi anak, serta mengurangi pengeluaran tidak produktif seperti konsumsi rokok dan alkohol berlebihan. Langkah ini penting untuk mengatasi tantangan stunting dan mempersiapkan generasi NTT yang sehat, berilmu, dan berkarakter.

Momen Syukur Bagi Jemaat yang Semakin Berkembang.

Hingga tahun 2026, Jemaat GMIT Polycarpus Tamanapui telah berkembang menjadi 351 jiwa dengan 86 kepala keluarga. Acara pentahbisan dihadiri oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Ena Blegur, Anggota DPRD Provinsi NTT Boli Gorang Mau, para pendeta, serta ratusan jemaat.

Wagub Johni berharap gedung gereja ini menjadi pusat pembinaan iman, karakter, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Ia mengajak semua pihak menjadikan momentum ini titik awal kolaborasi untuk membangun masyarakat Alor dan NTT yang lebih mandiri dan sejahtera.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis: Alexander L. Raditia

Foto: Beni Triyono

Editor: Hiro Lukas