Bank Indonesia–Pemprov NTT Sinergi: Hasil Riset KARSA NUSA Jadi Pijakan Kebijakan Ekonomi Daerah.
Kupang, klikinfopol.com. 20 Oktober 2026 – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menutup secara resmi Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026). Ajang yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT bersama ISEI Cabang Kupang dan para akademisi ini berhasil mengumpulkan 251 makalah dari seluruh Indonesia, dan dipilih 10 terbaik untuk dipresentasikan.
Gubernur Melki menegaskan bahwa hasil riset harus menjadi dasar nyata dalam pengambilan kebijakan, bukan sekadar tersimpan di rak perpustakaan.
“Mari kita jadikan pengetahuan sebagai dasar keputusan, inovasi sebagai penggerak perubahan, dan kolaborasi sebagai kekuatan mempercepat kemajuan NTT. Keberhasilan bukan seberapa besar potensi yang kita miliki, tetapi seberapa mampu kita mengelolanya menjadi kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Gubernur Melki.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta – karya para peneliti yang belum menang pun tetap bernilai berharga bagi pembangunan daerah ke depan. OPD lingkup Pemprov NTT diharapkan aktif mengadopsi temuan-temuan ini ke dalam program kerja nyata.
Satu arahan strategis yang disampaikan Gubernur: komoditas NTT tidak boleh lagi dikirim keluar dalam bentuk bahan mentah.
“Ditargetkan mulai tahun 2027, setiap kabupaten/kota wajib memiliki sektor industri atau pengolahan skala lokal. Jambu mete, komoditas unggulan lainnya – harus diolah di sini, memberikan nilai tambah bagi masyarakat NTT,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa KARSA NUSA 2026 mengusung tema: “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera.”
“Hasil kajian ilmiah harus ditransformasikan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif – memperkuat struktur ekonomi, mendorong digitalisasi, dan mengoptimalkan hilirisasi komoditas unggulan daerah,” ujar Adidoyo.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, pimpinan OPD Pemprov NTT, para peneliti, akademisi, dan mahasiswa. Narasumber ahli yang hadir antara lain Zaafri Ananto Husodo, Maxensius Tri Sambodo, Amirullah Setya Hardi, Philipus Tule, Rolland E. Fanggidae, serta Djaka Susila sebagai moderator.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan riset lahir dari kebutuhan nyata daerah, dan solusi yang dihasilkan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.(*)
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis : Fara Therik
Foto: Awe – Windi – Dio
Editor: Hiro Lukas
