Bersama Santa Maria, Kita Bangkit Kembali – Bupati Juventus: Iman, Solidaritas, dan Kasih Kunci Pemulihan Pascagempa Sikka.

IMG_20261014_062541_199

LELA, SIKKA, klikinfopol.com.  – Ribuan umat berkumpul dalam suasana penuh haru dan pengharapan di Sanctuarium Wisung Fatima, Lela, Selasa (13/10/2026). Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, memimpin Perayaan Ekaristi Ziarah Umat Keuskupan Maumere 2026 dengan tema: “Bersama Santa Perawan Maria Fatima, Kita Bangkit Kembali Pascabencana”. Hadir dalam perayaan tersebut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, Wakil Ketua DPRD Sikka, para pejabat daerah, serta para pastor paroki se-Keuskupan Maumere.

Dalam sambutannya, Bupati Juventus mengenang kembali peristiwa gempa bumi 15 Agustus 2026 yang mengguncang wilayah Flores, berpusat di laut Kabupaten Nagekeo yang berdampingan dengan Pulau Palue.

“Sehari setelah gempa, 16 Agustus, saya berangkat bersama rombongan ke Palue. Karena keterbatasan transportasi laut, kami menumpang kapal Polair. Yang kami temui di sana sungguh memprihatinkan: rumah rusak berat, warga masih trauma, dan keterisolasian menyulitkan bantuan tiba dengan cepat,” kenangnya.

Pengalaman itu justru menyadarkan satu hal penting: kita tidak bisa hidup sendiri. Di tengah penderitaan, kepedulian satu sama lain menjadi penopang yang paling nyata.

Bupati menegaskan bahwa bencana bukan akhir dari segalanya. Justru di saat sulit itulah semangat persaudaraan teruji dan terlihat nyata.

“Pemerintah daerah, gereja, para pastor, Dewan Pastoral Paroki, Komunitas Umat Basis, dan seluruh masyarakat – semua bergerak bersama. Bantuan tiba, doa terpanjatkan, dan dukungan mengalir dari berbagai pihak. Inilah bukti bahwa kita tidak berjalan sendirian,” ujarnya.

Beliau berterima kasih kepada Uskup Maumere, para imam, dan seluruh umat yang terus mendampingi warga terdampak. Semangat kepedulian ini, katanya, jangan hanya ada saat tanggap darurat, tetapi harus terus dipelihara agar mereka yang sedang berjuang tidak merasa ditinggalkan.

Sejalan dengan tema ziarah, Bupati mengajak umat menjadikan iman dan pengharapan kepada Tuhan sebagai fondasi membangun kembali kehidupan.

“Iman tanpa tindakan adalah iman yang mati. Pemulihan tidak hanya tugas pemerintah. Setiap kita bisa berbagi – ada yang memberi bantuan material, ada yang mendoakan, ada yang sekadar hadir dan mendengarkan. Semua itu adalah kasih yang nyata,” tegasnya.

Selain upaya pemulihan pascagempa, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi kekeringan yang diprediksi akan terjadi di wilayah Sikka.

“BMKG memprediksi kita akan menghadapi kekeringan meteorologis. Ini berarti ketersediaan air akan menipis. Mari kita hemat air, jaga lingkungan, dan saling bantu terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang sulit akses air,” imbaunya.

“Mari kita berjalan bersama dalam kasih. Iman kita kepada Tuhan, persaudaraan kita sesama manusia, dan kepedulian kita terhadap yang lemah – itulah fondasi terkuat kita untuk bangkit lebih kuat dari sebelumnya,” tutup Bupati Juventus.

Semoga pengharapan dari Wisung Fatima Lela memberkati seluruh masyarakat Sikka dan Flores, dan semoga kita semua senantiasa bangkit bersama, dalam kasih dan persatuan.(*)

Editor: Hiro Lukas