Peresmian GMIT Golgota Alak: Wagub Johni: Gereja Bukan Hanya untuk Ibadah Minggu, Tapi Mitra Nyata Pembangunan Masyarakat.

IMG_20261011_220944_319

Kupang, klikinfopol.com. 11 Oktober 2026 – Kebahagiaan dan syukur melingkupi jemaat GMIT Golgota Alak, Kota Kupang, Minggu (11/10/2026). Setelah menanti sekitar lima tahun, gedung rumah Tuhan yang baru resmi diresmikan. Hadir langsung dalam momen bersejarah ini, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengingatkan: kemegahan gedung gereja harus sejalan dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wagub Johni menegaskan bahwa kehadiran gereja memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah.

“Gereja harus menjadi mitra strategis pemerintah. Bersama-sama membantu mengentaskan kemiskinan, menurunkan angka stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Tanpa SDM yang unggul dan berdaya saing, kita tidak akan maju.”

Beliau mengajak jemaat untuk bertanya: saat gedung gereja berdiri megah, apakah masyarakat di sekitarnya juga ikut maju? Apakah jemaatnya juga makin sejahtera? “Inilah yang harus menjadi pemikiran kita bersama,” ujarnya.

Wagub juga mengingatkan agar rumah ibadah tidak hanya dimanfaatkan saat ibadah hari Minggu saja. Gedung yang indah ini harus menjadi pusat pembinaan iman, pengembangan kapasitas, dan kegiatan sosial yang memberi dampak nyata.

“Rumah Tuhan ini tidak hanya dipakai hari Minggu. Setiap hari, rumah Tuhan ini harus menyuarakan iman Kristen. Gereja harus turun ke masyarakat, melihat apa yang mereka hadapi. Pelayanan kita harus menjangkau ke luar, bukan hanya di dalam gedung.”

Mengutip pemikiran Pendeta Samuel Pandie, beliau menekankan: iman yang benar senantiasa relevan dengan kehidupan nyata di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Pembangunan, Christian Baitanu, dengan rasa syukur menceritakan perjalanan panjang pembangunan ini. Peletakan batu pertama dilakukan pada 7 September 2021. Di tengah berbagai keterbatasan, jemaat berjuang bersama – melalui swadaya, dukungan pemerintah, dan para donatur. Akhirnya, di atas lahan seluas 930 meter persegi, berdiri gedung kebaktian yang kini menjadi kebanggaan jemaat.

“Kemegahan gedung ini adalah bukti keagungan Tuhan. Terima kasih kepada Tuhan Yesus, pemerintah, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung.”

Panitia juga sedang menyusun buku sejarah pembangunan gedung ini, agar kisah perjuangan iman dan pengorbanan jemaat dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Acara peresmian dihadiri oleh Ketua Majelis Sinode GMIT Pendeta Samuel Pandie, para pendeta, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Camat dan Lurah Alak, anggota DPRD Kabupaten Kupang, para presbiter, serta ratusan jemaat yang penuh sukacita menyaksikan momen tersebut.(*)

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Fara Therik

Foto: Beni Triyono

Editor: Hiro Lukas