“Satu Fakta, Satu Sikap, Satu Arah” – Pemprov NTT Latih Juru Bicara Hadapi Media & Krisis Komunikasi.
KUPANG, klikinfopol.com. 24 September 2026 – Di tengah dinamika informasi yang bergerak secepat kilat, Pemerintah Provinsi NTT tidak tinggal diam. Bersama SKALA dan Kompas Institute, Pemprov NTT menggelar pelatihan strategis di Aula Fernandez, Kamis (24/9), membekali para juru bicara, pejabat, serta pengelola humas dengan kemampuan media relations, manajemen krisis, public speaking, dan simulasi wawancara langsung.
Tujuannya satu: ketika bicara, harus jelas, tepat, berbasis fakta, dan dipercaya rakyat.
Pakar komunikasi dari Kompas Institute, Tarrence Palar, menegaskan: hubungan pemerintah dengan media bukan sekadar alat promosi. Ini adalah jembatan dua arah yang dibangun di atas kepercayaan, keterbukaan, dan data yang akurat.
“Ketika menyangkut keselamatan warga, gangguan layanan, atau keresahan masyarakat, respons harus cepat, tepat, dan berdasar fakta. Jangan biarkan orang lain yang mengisahkan peristiwa itu,” ujarnya.
Ia mengingatkan: kenali tanda krisis sejak dini. Jika isu mulai menyebar, memengaruhi kepercayaan, atau berpotensi viral, diam bukan pilihan, bicara tanpa data juga salah.
Tiga Pilar Juru Bicara Andal: Pahami Format, Jaga Etika, Kendalikan Narasi
Wartawan senior Kompas, Budi Suwarna, membekali peserta menghadapi tiga jenis wawancara:
– Konferensi pers – terstruktur, resmi
– Doorstep interview – spontan, dinamis, butuh kesiapan cepat
– Wawancara satu-satu -mendalam, butuh penguasaan data menyeluruh
Ia menekankan: jangan pernah bilang “no comment” tanpa penjelasan. Jika data belum lengkap, katakan: “Kami sedang verifikasi, informasi lengkap akan disampaikan pada jam sekian.” Itu jauh lebih baik daripada diam atau menyampaikan hal yang belum pasti.
“Dalam krisis, kecepatan penting, tapi ketepatan lebih penting. Satu kesalahan bisa meruntuhkan kepercayaan yang dibangun lama,” tegasnya.
Prinsip Emas: Satu Fakta, Satu Sikap, Satu Arah
Pelatihan menanamkan pedoman tegas untuk penanganan krisis:
✅ Satu Fakta – semua berbicara berdasarkan data yang sama
✅ Satu Sikap – nada dan pendekatan konsisten, tidak saling bertentangan
✅ Satu Arah – pesan terpadu, berfokus pada kepentingan masyarakat.
Diajarkan pula kerangka berpikir: Fight, Freeze, Flee.
– Fight-Offensive – akui kesalahan, minta maaf, lakukan pemulihan
– Fight-Defensive – luruskan informasi yang keliru dengan data terverifikasi
– Freeze – verifikasi dulu sebelum bicara; diam strategis lebih baik daripada salah bicara.
Cerita yang Dipahami, Bukan Sekadar Dokumen Dibaca
Peserta didorong meninggalkan gaya bahasa birokrasi yang kaku. Gunakan storytelling berbasis data, jelaskan bukan hanya apa yang dilakukan pemerintah, tetapi manfaatnya bagi siapa, bagaimana dampaknya, dan perubahan apa yang terjadi di masyarakat.
Kanal digital resmi Pemprov NTT juga dimaksimalkan: bukan sekadar papan pengumuman, melainkan ruang dialog yang hidup, interaktif, dan dekat dengan warga.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata Pemprov NTT terus memperkuat keterbukaan informasi dan tata kelola yang transparan. Ketika aparatur mampu berbicara dengan jelas, jujur, dan tepat waktu – kepercayaan rakyat tumbuh, keraguan berkurang, dan pembangunan berjalan lebih kokoh.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Roby Djehatu
Foto: Dian-Jon-Aris
Editor: Hiro Lukas
