Jalan Keluar Bagi Wilayah Terpencil – Skema “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Jaga Kebutuhan Warga Tetap Terpenuhi.
MANGGARAI TIMUR, klikinfopol.com. 12 September 2026 – Jauh, akses sulit, dan bantuan belum sampai, kebutuhan makan tidak bisa menunggu. Di tengah tantangan itulah, kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” yang dikeluarkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menjadi jawaban nyata bagi warga Pota dan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur. Kebijakan ini langsung dirasakan manfaatnya dan disambut apresiasi hangat.
Melalui dua Surat Edaran Gubernur, warga terdampak dapat mengambil kebutuhan pokok di kios terdekat lebih dulu, pembayaran menyusul paling lama dua hari kerja kemudian. Solusi sederhana namun sangat berarti, terutama bagi wilayah yang secara geografis sulit dijangkau tim penyalur bantuan.
Syarifudin, warga Pota yang rumahnya rusak berat, tak menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Di tengah serba sulit ini, kami bisa ambil kebutuhan di kios dulu tanpa cemas belum mampu membayar. Ini sangat membantu kami,” ucapnya tulus.
Hal senada disampaikan Elen Senari di Dampek. Ia memahami pemerintah butuh waktu menjangkau daerah terpencil.
“Kami tahu akses jauh, tim juga berjuang membawa bantuan ke sini. Kebijakan ini memberi kami jalan: tetap bisa makan sambil menunggu bantuan tiba,” katanya.
Florianus Harsan, Ketua RT, awalnya sempat ragu, kini mengaku terkesan.
“Saya pikir ini hanya janji, ternyata nyata. Saya sangat mengapresiasi, pemerintah benar-benar hadir di tengah kami,” tegasnya.
Kebijakan ini tak berjalan sendiri. Para pemilik kios pun turut berperan, menganggapnya bukan sekadar urusan dagang, melainkan kepedulian sesama warga.
Oma Agung Mulia Dewi, pemilik Kios Agung di Pota:
“Kami ikut mengapresiasi kebijakan ini. Masyarakat butuh, dan kami bisa melayani. Ini bentuk kerja sama kita semua, pemerintah, pengusaha, dan warga, saling menguatkan.”
Kris Seda, pemilik Kios Support di Dampek, sependapat:
“Kami bagian dari masyarakat ini. Tentu kami bantu. Kebijakan ini tepat sasaran, semoga terus berjalan sampai kami benar-benar pulih.”
Bagi warga Pota dan Dampek, kebijakan ini bukan sekadar solusi sesaat. Mereka berharap pola penanganan yang peka terhadap kondisi wilayah terpencil ini terus diperkuat, diperluas, dan menyertai masyarakat hingga masa pemulihan tuntas.
“Yang kami butuhkan bukan hanya bantuan saat gempa baru terjadi, tapi pendampingan sampai kami benar-benar berdiri kembali,” pesan warga.
Di mana akses sulit, di sana kehadiran pemerintah tetap terasa, melalui kebijakan yang cerdas, menyentuh langsung kebutuhan, dan menyatukan semua pihak: pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat, dalam satu semangat gotong royong.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Alexander L. Raditia
Foto: Bob Djehatu
Editor: Hiro Lukas
