Gubernur Melki di Ngada: Data Harus Final Sebelum 12 September — Flores Harus Lebih Baik dari Sebelum Bencana.
BAJAWA, klikinfopol.com. 9 September 2026 – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Gempa Flores di Posko Tanggap Darurat Ngada, Rabu (9/9/2026), menekankan akurasi data sebagai fondasi utama menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Bersama Bupati Ngada Raymundus Bena, Forkopimda, BNPB, dan jajaran perangkat daerah, Gubernur menetapkan target waktu tegas dan memastikan seluruh sektor pemulihan berjalan terpadu.
Gubernur memberi batas waktu tegas: seluruh data kerusakan rumah, fasilitas umum, pendidikan, rumah ibadah, dan infrastruktur harus sudah tercatat dan terverifikasi sebelum 12 September 2026.
“Tidak boleh ada permainan data. Orang punya hak, kita harus beri. Tetapi semuanya harus berdasarkan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Gubernur.
Dari sekitar 14.000 data yang telah didata, sekitar 7.000 belum memenuhi kriteria BNPB. Gubernur meminta kelompok tersebut tetap diperhatikan dan dicarikan solusi. Verifikasi wajib melibatkan pemerintah desa/kelurahan, serta membuka ruang uji publik dan masa sanggah dalam dua hari ke depan.
Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Pelayanan kesehatan telah didukung genset dan Starlink untuk menjaga layanan tetap berjalan di tengah keterbatasan listrik dan komunikasi. Sementara untuk pendidikan:
– ✅ 10.000 tenda khusus sekolah disiapkan pemerintah pusat
– ✅ Pemprov NTT siapkan 200 tenda per kabupaten
– ✅ Tenda harus beralas layak dan bersaluran air — “Kita berburu dengan musim hujan. Persiapan harus dilakukan sekarang,” tegas Gubernur.
– ✅ Dilengkapi meja-kursi, penerangan, dan sanitasi yang aman
Pemerintah menyiapkan dukungan bagi pertanian, kelautan, UMKM, dan perdagangan. Termasuk:
– ✅ Restrukturisasi & relaksasi pinjaman bagi terdampak
– ✅ Keringanan 75% Pajak Kendaraan Bermotor di wilayah terdampak Flores
– ✅ Pemulihan 7 jembatan dan jaringan irigasi yang rusak — prioritas disusun segera.
Kejaksaan Negeri Ngada menyiapkan 6 jaksa untuk mendampingi seluruh proses pengadaan, penyaluran bantuan, dan penggunaan anggaran,memastikan setiap langkah transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gubernur menekankan pendampingan psikososial tidak hanya untuk pengungsi, tetapi juga bagi TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan aparat yang bertugas di garis depan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yang mengalami ketakutan dan kehilangan.
Gubernur menegaskan masa tanggap darurat harus dimanfaatkan membangun fondasi yang lebih kuat. Penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan, tetapi berlanjut ke pemulihan layanan publik, ekonomi, dan infrastruktur yang lebih aman dan tangguh.
“Ini bukan hanya urusan BNPB. Ini terkait semua kementerian. Waktu kita pendek, kita harus kejar dan selesaikan semuanya. Flores harus lebih baik dari sebelum bencana.
Ngada Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Hebat, Maju!
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemerintah Provinsi NTT.
Penulis: Oan Wutun
Foto: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
