Data Terbaru: 9.185 Rumah Rusak, 352.794 Jiwa Terdampak, Pulau Palue Paling Berat 3.340 Pengungsi – Pascagempa 15 Agustus.
MAUMERE, klikinfopol.com. 5 September 2026. Dampak gempa bumi 15 Agustus 2026 di Kabupaten Sikka terus memperlihatkan skala kerusakan yang besar. Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka merilis data terbaru per Kamis, 3 September 2026, yang mencatat lonjakan signifikan jumlah rumah warga rusak, kini mencapai 9.185 unit, setelah pendataan gelombang kedua rampung dilaksanakan.
Data kerusakan rumah dikelompokkan menjadi dua tahap pendataan:
Kategori Tahap 1 Tahap 2 Total :
– Rusak Berat 939 unit
– Rusak Sedang 852 unit
– Rusak Ringan 2.457 unit
– TOTAL 4.937 unit
Angka ini terus bertambah seiring penyelesaian proses verifikasi dan pemadanan data NIK serta Kartu Keluarga di lapangan.
Selain kerugian material, dampak kemanusiaan tetap berat:
– Meninggal Dunia: 6 orang
– Luka Berat: 26 orang
– Luka Ringan: 23 orang
– Total terdampak: 352.794 jiwa (49% laki-laki, 51% perempuan)
Hingga kini masih ada 3.645 jiwa (972 KK) yang harus mengungsi, tersebar di tiga wilayah utama:
Wilayah Pengungsi :
– Pulau Palue 3.340 jiwa (892 KK) Posko Rokirole, Nitunglea, Lidi — terbanyak.
– Kecamatan Kangae 236 jiwa (60 KK) 8 titik posko
– Kecamatan Nita 69 jiwa (20 KK) Posko Surajawa & Riit
Pulau Palue menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, hampir 92% dari total pengungsi.
Guncangan gempa juga melumpuhkan berbagai fasilitas publik:
Fasilitas Jumlah :
– Fasilitas Kesehatan 91 unit
– Rumah Ibadah 79 buah
– Bangunan Pemerintah 75 unit
– Fasilitas Pendidikan 38 unit
– Prasarana Lainnya 10 unit
– Ruas Jalan 8 ruas
TOTAL 291 unit.
Pemerintah Kabupaten Sikka melalui BPBD terus melakukan validasi dan pemutakhiran data secara berkala. Data ini menjadi dasar utama penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah warga serta pemulihan fasilitas umum agar bantuan tepat sasaran, cepat, dan adil.
Angka-angka ini bukan sekadar data, ini adalah rumah, tempat ibadah, sekolah, dan kehidupan ribuan warga Sikka. Semoga proses pemulihan segera berjalan maksimal dan bantuan segera menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Editor: Hiro Lukas
