Polres Ende Hadir di SMAN 2 Ende: Trauma Healing untuk 300 Siswa, Kembalikan Senyum & Semangat Belajar Pascagempa.

IMG_20260904_153055_056

ENDE, klikinfopol.com. 4 September 2026. Pascagempa yang mengguncang Pulau Flores, Kepolisian Resor Ende Polda NTT tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir menenangkan hati anak-anak. Melalui kegiatan Trauma Healing, Polres Ende mendampingi 300 siswa-siswi SMA Negeri 2 Ende untuk memulihkan kondisi psikologis dan emosional mereka pascabencana. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, Jumat pagi (4/9/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh personel Polres Ende yang bertindak sebagai konselor: Aipda Yumias Markus Lete, S.H. (Paursubbagdalpers) dan Brigpol Novi Asmiyati (Bamin Urmintu Satlantas). Ratusan siswa berkumpul mengikuti berbagai sesi interaktif yang dirancang khusus untuk mengurangi rasa takut, cemas, dan kepanikan yang masih mereka rasakan pascagempa.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian adalah untuk memastikan anak-anak kembali tenang dan berani bermimpi lagi.

“Kami ingin memastikan anak-anak kita tidak berlarut-larut dalam kepanikan. Melalui trauma healing ini, kami hadir untuk mengembalikan keseimbangan emosional mereka agar proses belajar-mengajar bisa berjalan normal kembali.”

Kegiatan ini disambut hangat dan penuh syukur oleh para siswa. Lidia Bara (XII IPA 2) dan Karmen Najwa (XII Bahasa 1) mewakili teman-temannya menyampaikan apresiasi yang tulus:

“Kami mengucapkan terima kasih untuk Kapolres Ende yang sudah melakukan kegiatan trauma healing di SMAN 2 Ende. Dengan adanya kegiatan ini, kami mampu mengurangi dampak dan akibat yang kami terima dari gempa yang kita alami sekarang.”

Kapolres Ende menegaskan bahwa program ini bukan kegiatan satu kali. Polres Ende akan terus memantau kondisi psikologis warga dan siap melanjutkan pendampingan serupa ke sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Kabupaten Ende.

“Kehadiran personel di sekolah-sekolah bertujuan untuk menghilangkan rasa takut tersebut, sehingga proses belajar-mengajar dapat segera kembali berjalan dengan normal dan kondusif.”

Di tengah masa pemulihan pascabencana, kehadiran Polres Ende di sekolah-sekolah menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap jiwa dan mental anak-anak sama pentingnya dengan memperbaiki bangunan yang rusak. Semoga langkah kecil ini membawa harapan baru bagi para pelajar Ende, bahwa mereka tidak sendirian, dan semangat mereka untuk belajar tidak boleh padam, walau bencana pernah datang.

Editor : Hiro Lukas