“Dua Emas Nasional untuk Sikka, Tapi Apresiasi Masih Jadi Harapan, Jeritan Hati Atlet Muda yang Mengharumkan Nama Daerah”.

IMG_20260904_132408_822

MAUMERE, klikinfopol.com. Kabar kebanggaan datang dari jantung Kabupaten Sikka. Zavera Lae Luter, atlet taekwondo berusia 13 tahun, menyabet dua medali emas sekaligus di Kejuaraan Grade C National Open Tournament Taekwondo Piala Danrem 052/WKR yang digelar di Jakarta dan Tangerang. Namun di balik kemenangan gemilang itu, terselip pesan jujur dan menohok dari anak-anak ini untuk Pemerintah Kabupaten Sikka.

Bertanding di bawah bendera Derina Winners Club (DWC) Taekwondo Sikka, Zavera tampil luar biasa:

– Kelas Pemula Under 44 kg, Juara 1

– Kelas Prestasi Pra-Kadet Under 42 kg, Juara 1

Ini adalah kompetisi nasional keempat yang ia ikuti dan tidak pernah absen menyumbang medali untuk tanah kelahirannya, Nian Tana. Prestasi yang luar biasa untuk seorang remaja berusia 13 tahun.

Namun kemenangan itu terasa belum lengkap. Zavera menyampaikan dengan jujur:

“Ini sudah kejuaraan keempat yang saya ikuti dan puji Tuhan selalu bisa membawa pulang medali. Tapi kalau soal apresiasi, baik dari sekolah maupun pemerintah, sampai sekarang memang belum ada. Harapannya ke depan pemerintah bisa lebih peka terhadap prestasi kami.”

Bukan uang atau materi yang diminta. Yang mereka butuhkan adalah pengakuan, penghargaan, dan perhatian atas nama daerah yang mereka usung di dada.

DWC Taekwondo Sikka pulang dengan prestasi membanggakan:

– Vincensia Yuliva Aslinda (15), Emas kategori Poomsae Junior

– Paskalia Mafrida Melani Putri (15), Perunggu kelas Kyorugi Prestasi Under 52 kg, mengalahkan atlet level Pelatnas!

Paskalia pun berharap perhatian nyata:

“Perasaan saya sangat terharu dan bangga. Soal apresiasi memang belum ada. Harapan saya, mungkin Pak Bupati bisa memberikan bantuan seperti beasiswa untuk atlet yang berprestasi.”

Vincensia menambahkan:

“Kami membawa nama sekolah, nama tim, dan nama kabupaten. Kami berharap perjuangan ini bisa mendapat perhatian yang layak.”

Pelatih DWC Taekwondo Sikka, Derina da Cunha, menyayangkan sikap dingin pemerintah daerah:

“Kalau pemerintah tidak bisa dukung dalam bentuk dana untuk akomodasi, setidaknya menghargai perjuangan para atlet dengan memberikan reward atau beasiswa. Hal itu yang membuat para atlet tambah semangat. Tapi sampai sekarang pemerintah tidak peka.”

Meski merasa diabaikan, Derina terus membakar semangat anak-anak asuhnya agar tidak patah arang.

Kini, raihan medali emas dari Jakarta ini menyisakan satu pertanyaan besar: Ketika anak-anak Sikka sudah menumpahkan keringatnya demi mengharumkan nama daerah di level nasional, seberapa jauh Pemkab Sikka mau melangkah?

Bagi Zavera, Vincensia, Paskalia, dan pelatih Derina, jawabannya sederhana: Pemerintah harus mulai membuka mata dan lebih peka. Prestasi ini bukan milik mereka semata, ini kebanggaan seluruh Kabupaten Sikka. Dan kebanggaan itu pantas dihargai.

Editor: Hiro Lukas