RSUD Ruteng Rusak 75% Akibat Gempa, Wagub Johni Turun Langsung: Rumah Sakit Lapangan Segera Beroperasi.
RUTENG, klikinfopol.com – 18 Agustus 2026 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat menjamin pelayanan kesehatan warga pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, langsung meninjau lokasi dan memastikan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Ruteng, Kabupaten Manggarai, segera siap melayani warga dalam waktu 1–2 hari ke depan.
Saat tiba di lokasi, Wagub Johni menemukan kondisi kritis: RSUD Ruteng rusak parah, sekitar 75 persen fasilitas tidak dapat digunakan. Hampir seluruh pasien kini harus dirawat di luar gedung utama, dan hanya satu ruangan ICU yang masih bisa berfungsi.
“Kondisi RSUD hampir 75 persen tidak dapat digunakan karena rusak akibat gempa. Hampir semua pasien saat ini berada di luar, kecuali satu ruangan ICU yang masih dapat digunakan,” ungkap Wagub Johni di lokasi, Selasa (18/8/2026).
Pemerintah Provinsi NTT bergerak cepat bersama Kementerian Kesehatan, TNI–Polri, dan tenaga medis untuk memastikan pelayanan tidak terhenti. Tim medis dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya telah tiba di Ruteng dan langsung bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat membangun tenda-tenda perawatan di Stadion Golo Dukal yang akan berfungsi sebagai rumah sakit lapangan.
“Mereka bekerja secara terpadu bersama-sama membangun tenda-tenda yang nantinya akan digunakan sebagai tempat perawatan pasien rawat inap. Jadi, ini menjadi rumah sakit lapangan di Stadion Ruteng,” jelas Wagub Johni.
Meskipun jumlah tenaga medis saat ini masih mencukupi, Wagub Johni menegaskan adanya kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi:
– Tenaga dokter spesialis dan tenaga ahli tambahan
– Genset untuk menjamin kelistrikan
– Fasilitas MCK yang layak
– Ketersediaan air bersih
“Tenaga medis masih mencukupi, tetapi kita membutuhkan beberapa tenaga spesialis dan tenaga ahli, termasuk berbagai perlengkapan dan logistik pendukung. Genset, MCK, dan air bersih sangat dibutuhkan di sini. Ini akan segera kita koordinasikan dengan semua pihak terkait agar dapat dipenuhi secepatnya,” kata Johni dengan tegas.
Pemerintah menegaskan rumah sakit lapangan ini akan dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat, paling lambat dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Dalam satu-dua hari ini, insyaallah sudah bisa digunakan,” tegas Wagub Johni.
Peninjauan ini menjadi bukti nyata langkah cepat Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten, Kementerian Kesehatan, TNI–Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, meskipun fasilitas kesehatan tetap rusak berat akibat bencana.
Pemerintah Provinsi NTT akan terus memantau dan mengoordinasikan seluruh kebutuhan mendesak di lokasi agar penanganan pascabencana berjalan cepat, terpadu, dan maksimal.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
