HUT ke-81 RI di NTT: Sederhana, Khidmat, Penuh Makna Solidaritas untuk Flores.
KUPANG, klikinfopol.com, – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun El Tari, Senin (17/8/2026) berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tanpa pesta meriah, tanpa jamuan kenegaraan, upacara berjalan khidmat dan sederhana—sebuah wujud nyata kepekaan hati seluruh masyarakat NTT yang turut berduka atas musibah gempa yang melanda saudara-saudara di Pulau Flores.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kemeriahan dikurangi agar kepedulian semakin bertambah. “Habis upacara pengibaran bendera langsung bubar. Sore nanti penurunan bendera pun demikian. Kita rasakan apa yang dirasakan saudara kita di Flores,” ujarnya tegas. Ia juga mengimbau seluruh kepala daerah di wilayah terdampak untuk melaksanakan hal serupa, mengutamakan kesederhanaan dan fokus pada penanganan bencana.
Meskipun perayaan dibatasi, Pameran Pembangunan tetap digelar dengan makna baru: “Peduli Gempa Flores”. Kini ajang ini bukan sekadar menampilkan capaian pembangunan, melainkan menjadi wadah harapan bagi lebih dari 600 pelaku UMKM sekaligus gerakan penggalangan bantuan. Seluruh hasil dan donasi yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu pemulihan di Flores.
Kepedulian tak hanya datang dari dalam daerah. Bantuan terus berdatangan dari Pemerintah Pusat, Presiden Prabowo Subianto, jajaran Menteri, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah lain seperti Jawa Tengah yang mengirim tujuh truk logistik beserta tim medis, NTB, Jawa Timur, serta berbagai pihak swasta dan organisasi. Bantuan tahap pertama pun telah berangkat dipimpin langsung Kepala BPBD Provinsi menuju lokasi terdampak.
“Kami sangat tersentuh, seluruh Indonesia sedang memeluk Flores. Semoga ini cukup untuk melayani kebutuhan saudara kita dengan baik,” ungkap Gubernur Melki.
Tim gabungan kini terus bergerak merapikan akses jalan yang sempat terputus. Sebagian besar jalur utama sudah bisa dilalui, sementara alat berat dari Kementerian PUPR dikerahkan untuk membersihkan sisa reruntuhan. Pendataan kerusakan rumah dan fasilitas pun berjalan cepat sebagai dasar pemulihan selanjutnya.
Di tengah beratnya tantangan, Gubernur mengajak seluruh masyarakat tidak hilang harapan. Ia mengingatkan kembali sejarah perjuangan Bung Karno yang menemukan semangat gotong royong di Ende, Flores.
“Kekuatan kita ada pada persatuan. Jika kita bergandengan tangan, badai apa pun pasti kita lewati. Flores akan bangkit kembali, NTT akan terus melangkah,” ucapnya penuh keyakinan.
Di penghujung pesannya, Gubernur menyampaikan harapan tulus bagi bangsa dan daerah:
“Selamat ulang tahun ke-81 Kemerdekaan RI. Maju terus Indonesia, maju terus NTT. Indonesia Terang, NTT Terang!”
Peringatan tahun ini mengajarkan satu hal: kemerdekaan sejati bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, melainkan bebas saling memeluk, saling menguatkan, dan bangkit bersama saat salah satu sedang jatuh.
Indonesia berduka bersama Flores. Indonesia bangkit bersama Flores
Editor : Hiro Lukas
