Tengah Malam di Taman Makam Pahlawan: Gubernur dan Wagub NTT Ikrar Lanjutkan Perjuangan, Merangkul Solidaritas untuk Flores.
KUPANG – Di tengah keheningan malam pergantian tanggal, Sabtu dini hari 15 Agustus 2026, suasana Taman Makam Pahlawan Dharma Loka, Pasir Panjang berubah menjadi saksi kesetiaan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci tepat pukul 00.00 WITA, menandai awal peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penghormatan tulus kepada para pendahulu bangsa.
Dalam suasana yang begitu khidmat, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, ASN, dan seluruh peserta berbaris rapi. Mengheningkan cipta, menyalakan obor penghormatan, hingga melafalkan ikrar janji setia menjadi bukti bahwa kemerdekaan ini tidak pernah gratis—ia ditebus dengan darah, keringat, dan nyawa para pahlawan.
Dalam ikrar yang dibacakan, seluruh peserta mengenang 186 gugur putra-putri terbaik: 126 prajurit TNI, 40 anggota Polri, 4 pegawai sipil, 6 pejuang rakyat, dan 10 pahlawan tak dikenal.
“Kami bersumpah dan berjanji: perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula, dan jalan kebaktian yang saudara tempuh adalah jalan bagi kami juga.”
Usai upacara, Gubernur Melki menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial. Ia adalah momen merenung: bagaimana kita mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan?
“Semangat pahlawan harus hidup dalam kerja nyata, pelayanan terbaik, dan menjaga persatuan. Dan saat ini, wujud nyata kemerdekaan yang paling hakiki adalah kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang berduka dan tertimpa musibah gempa di Pulau Flores,” ujar Gubernur dengan haru.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen kemerdekaan ini sebagai bukti nyata persaudaraan NTT: bahwa kekuatan kita bukan pada kekayaan, melainkan pada gotong royong dan saling menopang saat salah satu sedang jatuh.
“Kita satu keluarga besar NTT. Jika Flores sedang kesulitan, maka tangan kita semua harus terulur untuk membantu. Mari kita doakan, mari kita bantu, meringankan beban mereka dengan apa yang kita miliki,” pesannya.
Apel tengah malam ini pun menutup dengan pesan mendalam: Kemerdekaan yang sejati adalah ketika kita mampu membangun daerah yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan—serta tetap memiliki hati yang peka terhadap sesama.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Alexander L. Raditia
Foto-Video: Riky – Ben Jusuf
Editor: Hiro Lukas
