Tiba Langsung di Maumere, Gubernur Melki: 33 Orang Meninggal, Penanganan Korban dan Kebutuhan Pengungsi Jadi Prioritas Utama.

IMG_20260815_165638_279

MAUMERE – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran Forkopimda Provinsi tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026) siang, untuk memimpin langsung pemantauan dan penanganan pasca bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores.

Turut hadir dalam peninjauan Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII, serta jajaran pemerintah daerah setempat.

“Saat ini kami bersama seluruh unsur Forkopimda memantau langsung penanganan bencana gempa di Flores. Koordinasi terus dilakukan dari tingkat provinsi hingga kabupaten, TNI dan Polri, untuk memastikan data korban, kerusakan, dan kebutuhan masyarakat terdata dengan benar,” ujar Gubernur Melki.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga saat ini, jumlah korban jiwa mencapai 33 orang, dengan rincian: 3 orang di Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat. Sementara itu, 23 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, masing-masing 6 orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan 4 orang di Manggarai.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring tim yang masih bekerja melakukan pencarian dan pendataan secara menyeluruh di lapangan,” tegasnya.

Selain korban jiwa, gempa juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas strategis, seperti Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere dan beberapa titik di Kabupaten Ende. Sejumlah ruas jalan yang tertimbun longsor mulai segera ditangani bersama oleh Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi, dan Dinas PUPR kabupaten terdampak. Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga berlangsung bertahap.

Gubernur menegaskan, selain operasi pencarian dan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi menjadi prioritas mutlak.

“Pastikan makanan, minuman, tempat tinggal sementara, tenda, dan selimut tersedia bagi mereka yang rumahnya sudah tidak layak huni. Jangan menunggu bantuan datang jika di daerah sudah tersedia kebutuhan mendesak tersebut. Langsung berikan,” perintah tegas Gubernur.

Pemerintah Provinsi saat ini sedang memproses penetapan status bencana tingkat provinsi. Sementara usulan penetapan status bencana nasional akan diserahkan sepenuhnya kepada kewenangan pemerintah pusat setelah data lengkap dan akurat terkumpul.

“Kami akan sampaikan gambaran kondisi apa adanya kepada pemerintah pusat. Keputusan penetapan status ada di tangan mereka. Namun untuk tingkat provinsi, prosesnya sedang kami jalankan,” jelas Melki.

Dijadwalkan, jajaran pemerintah pusat akan segera turun ke lokasi untuk memberikan dukungan penuh dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Kehadiran langsung Gubernur beserta rombongan menjadi bukti keseriusan seluruh elemen pemerintahan untuk memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang sedang berduka dan tertimpa musibah.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Editor: Hiro Lukas