Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, Gubernur Melki Gerak Cepat Koordinasi: PUSDALOPS Diaktifkan, TNI-Polri Siap Dikerahkan.

IMG_20260815_102149_112

KUPANG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, langsung mendapat tanggapan cepat dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung koordinasi menyeluruh demi memastikan keselamatan warga dan penanganan dampak bencana berjalan maksimal.

Guncangan terjadi pukul 05.58 WITA, berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peristiwa ini sempat memicu peringatan dini tsunami, hingga kemudian BMKG melaporkan tinggi gelombang yang tercatat relatif kecil, antara lain di Maurole-Ende 0,94 meter, Bulukumba 0,54 meter, dan wilayah lainnya di bawah satu meter.

“Sejak pagi tadi kami terus berkoordinasi dengan para Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran pemerintah daerah se-Daratan Flores. Kami cek kondisi di lapangan, dan kerusakan yang dilaporkan cukup serius,” ungkap Gubernur Melki.

Tak hanya bergerak bersama pemerintah daerah, Pemprov NTT langsung menjalin komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Dukungan telah disampaikan kepada Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, hingga Menteri Pendidikan. Dijadwalkan besok, Minggu 16 Agustus 2026, Kepala BNPB beserta tim akan turun langsung ke Flores untuk memimpin penanganan tahap awal.

Kekuatan aparat juga disiapkan sepenuhnya. Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII, serta Danlanud El Tari telah memastikan personel TNI dan Polri siap dikerahkan untuk membantu evakuasi, pengamanan, dan penanganan pascabencana.

“Pemerintah Provinsi telah mengaktifkan PUSDALOPS. Kepala BPBD dan seluruh tim bekerja memantau perkembangan, merekapitulasi kerusakan rumah warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur, guna menjadi dasar penyaluran bantuan yang tepat sasaran,” tegas Gubernur.

Ia memerintahkan seluruh jajaran mempercepat pendataan dan menyegerakan pengiriman bantuan ke daerah terdampak. Di saat yang sama, Gubernur mengajak seluruh masyarakat NTT bersatu dan bergotong royong.

“Mohon doa dari seluruh saudara kita di NTT bagi warga Flores yang sedang menghadapi ujian ini. Mari kita bantu sesama dengan cara masing-masing, bahu-membahu melewati masa sulit ini bersama,” ajaknya.

Gubernur juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, untuk tetap tenang, tidak terprovokasi berita belum benar, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BPBD.

Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak menjadi prioritas utama. Pemerintah Provinsi NTT berjanji akan terus mengawal seluruh proses penanganan hingga situasi benar-benar aman dan pulih kembali.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Baldus Sae

Editor: Hiro Lukas