Andre Tahu Soroti Etika Jurnalistik, Keberatan Atas Pemberitaan Klarifikasi Media Lain Terkait RSUPP Betun
Andre Tahu Soroti Etika Jurnalistik, Keberatan Atas Pemberitaan Klarifikasi Media Lain Terkait RSUPP Betun
Malaka, Klik-infopol. com – Wartawan KabarNTT.com, Andre Tahu, menyampaikan keberatan terhadap pemberitaan klarifikasi yang diterbitkan media lain terkait polemik pelayanan pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUPP Betun.
Sebelumnya, pada Selasa (4/8/2026), KabarNTT.com melakukan peliputan langsung terhadap keluhan keluarga pasien kecelakaan tunggal yang mengaku telah empat hari menjalani perawatan di ICU namun belum dirujuk ke rumah sakit lain. Berita tersebut dipublikasikan dengan judul “Keluarga Pasien Kecelakaan Tunggal Keluhkan Pelayanan RSUPP Betun, Empat Hari Belum Dirujuk, Klaim Terkendala Persyaratan SIM C.”
Tak lama setelah berita tersebut terbit, media Raebesinews.com memuat pemberitaan berjudul “RSUPP Betun Tegaskan Pelayanan Tetap Prima, Rujukan Pasien Terkendala Persyaratan BPJS dan Penuhnya ICU RS Tujuan”, yang berisi hasil klarifikasi dari Direktur RSUPP Betun.
Andre Tahu menilai langkah tersebut tidak mencerminkan etika profesional antarsesama insan pers. Menurutnya, apabila sebuah isu pertama kali diangkat oleh media tertentu, maka media lain sebaiknya menghormati proses jurnalistik yang telah dilakukan dan membangun komunikasi yang baik apabila ingin menindaklanjuti isu yang sama.
“Saya sebagai wartawan KabarNTT.com menyampaikan keberatan atas pemberitaan klarifikasi tersebut. Menurut saya, seharusnya ada komunikasi yang baik antarsesama media agar tidak menimbulkan kesan mengambil alih isu yang sedang kami liput,” ujar Andre.
Andre juga berpendapat bahwa media yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah seharusnya lebih aktif melakukan peliputan terhadap berbagai kegiatan maupun pelayanan publik, sehingga mampu menghasilkan pemberitaan berdasarkan hasil liputan sendiri.
Menurutnya, setiap wartawan memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi profesionalisme, etika jurnalistik, serta menghargai karya sesama insan pers.
“Etika profesi harus tetap dijaga. Persaingan antarmedia seharusnya dilakukan melalui kualitas liputan, bukan dengan mengabaikan komunikasi dan penghormatan terhadap proses jurnalistik yang telah dilakukan media lain,” katanya.
Melalui pernyataannya, Andre berharap seluruh insan pers di Kabupaten Malaka dapat menjaga hubungan profesional, menghormati karya jurnalistik masing-masing, serta mengedepankan etika dalam menjalankan tugas sebagai wartawan.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap profesionalisme dunia pers agar kualitas pemberitaan tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap media tidak menurun.***
Editor: Andry Bria
Redaksi: [Klik-Infopol.com](https://klik-infopol.com?utm_source=chatgpt.com) — Tajam, Terpercaya, Suara Rakyat, Fakta & Integritas
