Lantik Pimpinan Baru Jamkrida dan Kawasan Industri Bolok, Gubernur Tegaskan: BUMD Harus Bergerak Satu Kekuatan.

IMG_20260709_210109_358

KUPANG, 9 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus melangkah tegas memperkuat tata kelola badan usaha milik daerah yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing tinggi. Hal ini ditandai dengan pelantikan jajaran Komisaris Independen dan Direksi PT Jamkrida NTT (Perseroda) serta Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda) masa bakti 2026–2031, yang berlangsung khidmat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/7).

Jajaran pimpinan baru PT Jamkrida NTT yang dilantik adalah: Frits Oscar Fanggidae dan Moni Wehelmina Muskanan sebagai Komisaris Independen,I Ketut Widya Karya sebagai Direktur Utama; Ferdinand Lerik sebagai Direktur Operasional; serta Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara itu, Martinus A. Sengaji Tokan resmi dilantik memegang amanah sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, seluruh pengisian jabatan ini telah melalui tahapan seleksi ketat, uji kelayakan dan kepatutan, hingga keputusan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara transparan dan objektif.

“Saudara telah melewati proses yang terbuka dan adil. Kepercayaan besar ini harus dijalankan dengan integritas tinggi, tanggung jawab penuh, dan dedikasi untuk kemanfaatan rakyat NTT,” ujar Gubernur saat memimpin acara pelantikan.

Khusus untuk PT Jamkrida NTT, Gubernur menaruh harapan besar agar lembaga ini benar-benar menjadi jembatan solutif bagi ribuan pelaku UMKM, koperasi, dan sektor produktif yang kesulitan mengakses permodalan. Kehadiran Direktur Utama baru I Ketut Widya Karya yang membawa pengalaman sukses dari PT Jamkrida Bali diharapkan membawa terobosan nyata.

“Kita ingin mencontoh keberhasilan Bali, lalu sesuaikan dengan kondisi NTT. Jamkrida harus berani menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memastikan usaha mikro dan kecil tidak lagi terhalang akses kredit,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pimpinan baru untuk menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, bebas dari kepentingan pribadi, dan patuh pada aturan hukum. “Kita tidak ingin ada lagi masalah hukum akibat lemahnya pengawasan. Kerjalah dengan bersih, cepat, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.

Lebih jauh, Gubernur menegaskan pentingnya sinergi menyeluruh dalam konsep NTT Incorporated. PT Jamkrida NTT, PT Kawasan Industri Bolok, Bank NTT, dan PT Flobamorata harus bergerak sebagai satu kekuatan ekonomi yang saling melengkapi: mulai dari pengembangan kawasan usaha, penyediaan modal, hingga penyerapan hasil produksi masyarakat.

“Semua BUMD dan perangkat daerah harus bergandengan tangan. Dari lahan industri, permodalan, hingga pemasaran hasil bumi dan laut kita. Bersama-sama kita wujudkan kemajuan yang merata di seluruh pelosok NTT,” pungkas Gubernur.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Meldo Nailopo

Foto: Nuel Here Wele

Editor: Hiro Lukas