ANAK NTT DIJUAL, PEMDA SIBUK APA?
ANAK NTT DIJUAL, PEMDA SIBUK APA?
Korban TPPO Asal TTS Diselamatkan di Malaysia, Diancam Bayar Rp30 Juta Jika Ingin Pulang
Serawak, Klik-Infopol.Com — Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTT berhasil menyelamatkan seorang perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Serawak, Malaysia.
Korban berinisial YOL itu sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Jakarta oleh seorang perekrut. Namun setelah tiba di ibu kota, korban justru dibawa ke Kalimantan sebelum dikirim secara ilegal ke Malaysia melalui jalur tikus.
Sesampainya di Malaysia, korban diduga mengalami eksploitasi dan intimidasi. Telepon genggam serta identitas miliknya dirampas. Bahkan korban diancam harus membayar Rp30 juta apabila ingin dipulangkan ke Indonesia.
Karena merasa tertekan dan ketakutan, korban bersama keluarganya akhirnya meminta bantuan kepada Ditres PPA-PPO Polda NTT. Melalui koordinasi lintas negara bersama Atase Polri di KBRI Kuala Lumpur dan Liaison Officer Polri di KJRI Serawak, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan diamankan di shelter KBRI Serawak sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah di NTT. Hampir setiap tahun, masyarakat NTT terus menjadi korban perdagangan orang dan pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri.
Minimnya lapangan pekerjaan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat masyarakat mudah tergiur tawaran kerja instan dengan iming-iming gaji besar. Situasi ekonomi yang sulit dimanfaatkan oleh para perekrut ilegal untuk menjebak warga menuju praktik perdagangan manusia.
Ironisnya, banyak keluarga di NTT justru menerima kabar duka dari luar negeri. Peti mati terus berdatangan, sementara solusi nyata terhadap pengangguran dan kemiskinan dinilai belum maksimal dilakukan.
Polda NTT saat ini masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap pihak perekrut dan jaringan perdagangan orang yang terlibat. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja nonprosedural dan memastikan seluruh proses kerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya hadir saat duka datang, tetapi juga mampu menghadirkan lapangan kerja dan perlindungan nyata bagi rakyatnya sendiri.
“Kalau lapangan kerja tersedia di NTT, apakah rakyat harus mempertaruhkan nyawa di negeri orang?”
Andry Bria
Klik-Infopol.Com
Tajam, Faktual, Terpercaya, Suara Rakyat, Fakta & Integritas
