Rapat Paripurna DPRD NTT Tetapkan Rekomendasi LKPJ Gubernur TA 2025.

IMG_20260504_181055_679

 

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menghadiri Rapat Paripurna ke-74 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025/2026 di Kantor DPRD Provinsi NTT, Senin (4/5/2026), dengan agenda penyampaian Laporan Panitia Kerja Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTT Tahun Anggaran 2025, Penandatanganan berita acara penyerahan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Gubernur NTT Tahun 2025, dan penyerahan rekomendasi DPRD kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT I Fernando Soares, Wakil Ketua III DPRD Provinsi NTT, Kristien Samiyati Pati, 47 anggota DPRD Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Tim Pakar DPRD Provinsi NTT.

Dalam Laporan Pembahasan Panitia Kerja DPRD Provinsi NTT terhadap LKPJ Gubernur Tahun Anggaran (TA) 2025, disampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang tercermin dalam indikator makro dinilai menunjukkan tren positif. Namun, DPRD menekankan bahwa capaian tersebut harus diterjemahkan ke dalam peningkatan kualitas layanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Capaian pembangunan harus benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat pada angka-angka statistik,” tegas Juru Bicara Panitia Kerja LKPJ, Astria B. Gaidaka.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 69,14 menjadi 69,89 mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Meski demikian, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih merata serta peningkatan kualitasnya tetap menjadi perhatian utama.

Sementara, penurunan angka kemiskinan dari 19,02 persen menjadi 17,50 persen serta tingkat pengangguran terbuka dari 3,80 persen menjadi 3,10 persen turut menunjukkan perbaikan kondisi kesejahteraan. Namun, DPRD menilai bahwa kualitas pekerjaan, produktivitas tenaga kerja, dan ketahanan ekonomi keluarga masih perlu diperkuat.

“Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran harus diikuti dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan kemampuan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Di sisi lain, kenaikan Gini Rasio dari 0,315 menjadi 0,322 menunjukkan adanya kecenderungan ketimpangan distribusi pendapatan di tengah pertumbuhan ekonomi yang perlu diantisipasi.

“Ketimpangan pendapatan perlu menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok,” ujarnya.

Untuk memperkuat dampak pembangunan, DPRD mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi dan percepatan penanganan stunting, sehingga masyarakat memiliki keterampilan yang lebih baik dan kondisi kesehatan yang mendukung produktivitas.

Selain itu, hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan perlu terus didorong agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan.

Pembangunan berbasis data juga menjadi perhatian utama untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

“Program harus berbasis data yang akurat agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

DPRD turut menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan keselarasan antara perencanaan dan penganggaran, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Diharapkan bahwa ke depan pembangunan daerah harus berorientasi pada hasil nyata yang dapat diukur dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan kualitas layanan publik.

“Tindak lanjut rekomendasi DPRD harus menghasilkan perubahan nyata, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administratif,” tutupnya.

Rapat paripurna diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan dokumen rekomendasi DPRD Provinsi NTT kepada Pemerintah Provinsi NTT oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni kepada Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.

Demikian siaran pers ini disampaikan untuk dipublikasikan. #AyoBangunNTT

Penulis : Fara Therik
Foto : Alexander L. Raditia
Video : Ady Hau