Banjarnegara :Klik Infopol.Com
Silaturahmi (atau silaturahim) artinya adalah menyambung atau mempererat tali persaudaraan dan kasih sayang, terutama dengan keluarga, kerabat, maupun sesama muslim. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, yakni shilat (menyambung) dan rahim (kasih sayang/rahim wanita). Secara luas, ini mencakup perbuatan baik, kunjungan, dan menjaga komunikasi agar hubungan tetap harmonis.
Senin Tanggal 27 : 04 : 26 Tim Awak media dari Jawa timur berkunjung di kediaman kades hoho Alkaf yang mempunyai gaya khas nyentrik ini . tapi sangat sopan dan berwibawa menerima dan menyambut kunjungan Tim rekan media Jatim di saat sibuk sibuk ya beliau di rumah kediaman. Di karnakan banyak tamu dari Resmob polres dan Polda Jawatengah ini .ungkap M Yanto .
Menurut pimpinan media klik infopol ini. Moch . Yanto H.A.
mencakup spektrum yang luas, mulai dari sinergi positif hingga konflik. Kunjungan yang positif bertujuan mempererat hubungan dan menyampaikan aspirasi. Namun, terdapat kasus penyalahgunaan, seperti pemerasan oleh oknum yang mengaku wartawan terhadap kades. Akhir akhir ini banyak yang terjadi di wilayah Jatim .
Penting bagi kedua belah pihak untuk menjaga etika profesional, di mana media beroperasi berdasarkan kode etik jurnalistik dan pemerintah desa terbuka atas informasi publik.
Red /
Post navigation
Previous: *Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT* Kupang, 27 April 2026 *Kunjungi SMA Negeri 9 Kupang, Wagub NTT : Disiplin dan Konsisten Kunci Sukses* Pada Senin (27/4/2026) pagi, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT, Linus Lusi, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Lery Rupidara, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 9 Kupang. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur bertindak sebagai pembina apel yang diikuti oleh Kepala Sekolah Adelgina Liu, para guru, serta siswa kelas X dan XI dengan jumlah 387 orang. Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci utama keberhasilan. Ia mengimbau para siswa untuk senantiasa menaati aturan, menjaga ketertiban, dan memanfaatkan waktu dengan baik agar mampu bersaing secara positif, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Menurutnya, disiplin merupakan faktor penting dalam dunia kerja, baik di sektor swasta maupun sebagai PNS/ASN serta anggota TNI/Polri. “Dengan disiplin, peluang untuk meraih kesuksesan akan semakin besar,” ujarnya. Selain disiplin, ia juga menekankan pentingnya kerajinan dan ketekunan. Ia mencontohkan tokoh dunia, Stephen Hawking, yang tetap menghasilkan karya besar di bidang fisika meskipun mengalami kelumpuhan. Begitu pula dengan Michael Phelps, yang berhasil meraih puluhan medali sebagai atlet renang dunia berkat ketekunan dan kerja kerasnya. “Disiplin, kerajinan, dan ketekunan pasti membuahkan hasil. Ini harus ditanamkan sejak dini. Kita harus bekerja total dan tidak setengah-setengah agar tidak gagal,” tegasnya. Untuk meningkatkan semangat siswa, Wakil Gubernur juga memberikan kuis interaktif. Selanjutnya, Ia turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai atlet tinju, di mana ia berlatih sangat keras hingga lima kali sehari, mulai dari pagi sebelum sekolah hingga malam hari. Berkat disiplin dan kerja keras tersebut, ia berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk medali emas SEA Games dan mengikuti Olimpiade. Ia juga menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dari dunia olahraga, kemudian berhasil masuk Akademi Kepolisian (Akpol), hingga mencapai jabatan Kapolda dan menyandang pangkat jenderal. Selain itu, Wagub Johni juga menceritakan kisahnya terjun ke dunia politik hingga kini mengemban tugas dan tanggung jawab selaku Wakil Gubernur NTT. Wagub Johni mengatakan semua itu hanya dapat diraih dengan dedikasi, kerja keras, konsistensi serta kemampuan membangun kerja sama dan strategi. Lebih lanjut, dalam dunia akademik, Wagub Johni menyampaikan bahwa pada Februari 2026 lalu dirinya berhasil meraih gelar doktor setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan karena harus berpindah tugas sejak tahun 2019. Hal tersebut, menurutnya, merupakan bukti bahwa disiplin dan semangat belajar harus terus dijaga sepanjang hayat. Kepada para siswa, ia juga berpesan untuk membiasakan diri membaca setiap hari guna melatih cara berpikir yang kritis, praktis, dan metodis. Ia juga mengingatkan agar tidak terlalu terpengaruh oleh media sosial, bahkan menyarankan agar siswa tidak membawa telepon genggam ke dalam kelas agar fokus belajar tetap terjaga. Selain itu, siswa juga didorong untuk belajar bahasa Inggris setiap hari, meskipun sedikit, seperti membaca atau menonton berita berbahasa Inggris. Hal ini dikarenakan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dewasa ini. Di akhir arahannya, Wakil Gubernur mengingatkan para siswa untuk mempersiapkan diri sejak dini sebagai generasi penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya membalas perjuangan orang tua dengan belajar sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan menjadi pribadi yang sukses di masa depan. “Jangan lupa untuk selalu berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik dalam setiap langkah kehidupan kita,” tutupnya. Demikian siaran pers dibuat untuk dipublikasikan. #AyoBangunNTT Penulis : Mira Lenggu Foto : Nano