30 Tahun Melayani – “Bergerak dari Pinggiran”, Jejak Pengabdian Romo Leo Mali.

IMG_20261002_153725_485

KUPANG, klikinfopol.com. 2 Oktober 2026 – Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Bedah Buku “Bergerak dari Pinggiran” karya R.D. Dr. Leonardus Mali, sekaligus memperingati 30 tahun pengabdian imamat beliau. Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan – melainkan cermin tiga dekade melayani, mendampingi, dan memperjuangkan mereka yang sering berada di luar pusat perhatian.

“Bergerak dari Pinggiran” hadir sebagai liber amicorum – buku kenangan yang menghimpun kesan, perjumpaan, dan persahabatan dari berbagai pihak yang pernah bertemu dan berjalan bersama Romo Leo. Tersusun pula galeri momen pelayanan selama tiga puluh tahun, membuktikan bahwa imamatnya tidak hanya di altar, melainkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi yang mendalam:

“30 tahun bukan waktu yang singkat. Di dalamnya ada begitu banyak pengalaman, perjumpaan, persahabatan, dan pelayanan – kini dirangkum menjadi warisan bagi generasi berikutnya.”

Gubernur menegaskan makna judul buku yang menginspirasi: “Bergerak dari Pinggiran” sejalan dengan seruan Paus Fransiskus – Gereja yang berani keluar dari zona nyaman, menuju “periferi” – bukan sekadar tempat jauh, melainkan mereka yang miskin, tertindas, kehilangan harapan.

“Romo Leo tidak hanya memimpin di mimbar. Beliau turun ke jalan, ke ladang, ke perkampungan – mendengarkan petani, nelayan, kaum yang suaranya pelan. Motto imamatnya: ‘Tuhan, Engkau Mengenal Aku’ – hidup dan dibuktikan dengan kehadiran nyata di tengah duka, sukacita, dan perjuangan umat.”

Dibentuk sejak masa pergerakan, berteman luas dari aktivis hingga rakyat kecil, diperkaya wawasan filsafat – Romo Leo meyakini: kebenaran diwujudkan lewat perbuatan nyata, bukan sekadar kata.

Gubernur juga menyinggung keterkaitan dengan penguatan karakter keluarga di era disrupsi – melalui Peraturan Gubernur No. 24/2026 tentang Gerakan Jam Belajar 18.00–19.30 WITA, agar keluarga kembali berkomunikasi, berdoa, dan tumbuh bersama – seperti nilai yang membentuk sosok Romo Leo.

Wali Kota Christian Widodo menegaskan:

“Pinggiran bukan sekadar soal tempat. Ia adalah cara pandang – mendengar mereka yang suaranya pelan, melihat mereka yang sering tak diperhatikan. Buku ini mengajak kita meluaskan pandangan agar tak ada yang tertinggal.”

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyoroti peran nyata Romo Leo dalam mendampingi masyarakat menghadapi persoalan berat – mulai dari kasus TPPO hingga perlindungan kelompok rentan:

“Gereja harus hadir di tengah persoalan sosial. Romo Leo membuktikan: pelayanan tidak hanya di ruang ibadah, tetapi di samping mereka yang butuh pendampingan. Buku ini adalah saksi perjalanan kasihnya.”

Romo Leonardus Mali sendiri menyampaikan rasa syukur – buku ini adalah bagian dari perjalanan reflektifnya, menghimpun kesaksian persahabatan dari semua yang pernah berjalan bersamanya. Diharapkan, kisah ini menginspirasi generasi muda: peduli, hadir, dan melayani tanpa membedakan.

“Ziarah imamat ini membuktikan: jalan ke pinggiran adalah jalan yang menghidupkan harapan dan memanusiakan sesama.”

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Alexander L. Raditia

Foto: Dio Ceunfin

Editor: Hiro Lukas