Modus Penipuan Jabatan di Lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya Marak Terjadi Kadis Pol PP Segera Proses Pelaku
Klik Infopol.com : Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh masyarakat terkait maraknya laporan adanya modus penipuan yang mengatasnamakan instansi kami.
modus pelaku menurut korban 02/11/2026
Jadi awal nya orang itu atas nama Pak Pri nawarin kerja di satpol pp
Surabaya terrus saya awal nya gk mau karna di paksa di tawari
Karena biaya awal nya 5 jt pak
Trus nego lah saya ke 3jt dan orang nya mau
Besok nya saya ketemu di warung pak Deket rumah orang nya Sama saya kasih uang nya sekalian Di situ orang nya bilang mas proses nya 1 bulan kerja ujar Pri . si nepinu
Bulan depan sampean di panggil lewat wa
Saya tunggu lah pesan dari pol pp itu lewat wa
Berbulan bulan saya nunggu enggak ada pesan dari loker tersebut pak.
modus ya mengukur ulur waktu dengan meminta surat lamaran baru .
Saya wa lah orang nya pol pp ini
Trus minta surat lamaran baru lagi ok saya buatin baru
Jadi saya buat lamaran 2x Sampe sekarang enggak ada jawaban dari loker itu
Setelah saya kirim lamaran saya jangka waktu 1 bulan lebih belum ada jawaban
Pelaku mengaku sebagai pejabat, perantara, atau “orang dalam” yang memiliki akses ke pimpinan. Mereka menawarkan:
– Posisi penerimaan anggota baru Satpol PP
– Kenaikan pangkat/jabatan struktural
– Mutasi penempatan kerja
– Peluang menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
Dengan imbalan uang mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah. Pelaku sering menunjukkan dokumen palsu, foto bersama pejabat, atau surat keputusan yang tidak sah untuk meyakinkan calon korban. Pembayaran diminta ke rekening pribadi, bukan rekening resmi pemerintah.
padahal sudah jelas peraturan walikota
Seluruh proses penerimaan, promosi, dan mutasi di Satpol PP dilakukan secara terbuka, transparan, dan berdasarkan peraturan perundang-undangan
– TIDAK ADA BIAYA APAPUN yang dipungut dalam proses tersebut
– Keputusan diambil berdasarkan prestasi, masa kerja, dan kualifikasi, bukan dengan uang
– Rekening pembayaran resmi pemerintah selalu atas nama Pemerintah Kota, bukan rekening perorangan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menindak tegas dan memecat sejumlah oknum tenaga harian lepas (THL) Satpol PP serta Dishub Surabaya (seperti oknum berinisial F, Imam, dan ARC) yang kedapatan menipu warga dengan menjanjikan pekerjaan di lingkungan Pemkot Surabaya dengan imbalan uang puluhan juta rupiah
“Jangan tergiur janji manis. Proses di Satpol PP murni berdasarkan aturan dan kemampuan. Semua yang meminta uang = penipuan.”
sejak berita ini di tayangkan tim investigasi infopol.com akan berkordinasi di pihak pihak terkait kepala dinas pol PP Surabaya dan walikota surabaya supaya tidak adanya modus penipuan terulang berikutnya .
red./
