Delapan Pilar Strategis Polda NTT: Polisi Dekat, Hukum Tegas, Masyarakat Terlindungi.
KUPANG, klikinfopol.com. 16 Oktober 2026 – Kapolda NTT, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., menyampaikan arahan strategis kepada seluruh jajaran Polda NTT dalam kegiatan Commander Wish yang berlangsung di Rupatama Mapolda NTT, Jumat pagi. Dihadiri Wakapolda, Irwasda, Pejabat Utama, serta seluruh Kapolres jajaran, Kapolda menegaskan filosofi baru: “Polisi Bersama Masyarakat: Hadir Melindungi, Cepat Melayani, Tegas Menegakkan Hukum.”
Kapolda menekankan pergeseran mendasar dalam menilai kinerja:
“Jangan hanya hadir, tetapi harus mampu menyelesaikan masalah. Keberhasilan kita diukur dari persoalan yang diselesaikan, masyarakat yang terlindungi, kepastian hukum yang terwujud, dan kepercayaan publik yang tumbuh.”
Kegiatan, jumlah personel di lapangan, dan laporan bukanlah tolok ukur utama. Yang terpenting: warga merasa lebih aman, masalahnya teratasi, dan hukum ditegakkan secara adil.
Delapan Pilar Strategis Polda NTT
1️⃣ Polres Kuat, Polsek Tangguh.
Sederhanakan administrasi, lebih banyak waktu di lapangan. Pimpinan harus turun langsung memahami persoalan warga. Intelijen memperkuat deteksi dini – cegah sebelum terjadi.
2️⃣ SDM Berintegritas di Atas Segalanya.
Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, praktik transaksional, dan penyalahgunaan wewenang. Tempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.
3️⃣ Layanan 110: Cepat, Ramah, Membantu.
Masyarakat tidak boleh dipersulit saat meminta bantuan. Laporan harus ditindaklanjuti, bukan sekadar dicatat. Pastikan layanan 110 benar-benar berfungsi siaga 24 jam.
4️⃣ Penegakan Hukum: Tegas, Profesional, Berbasis Bukti.
Fokus pada narkotika, perjudian, dan gangguan kamtibmas. Perkuat kerja sama dengan kejaksaan sejak awal perkara. Sampaikan SP2HP tepat waktu. Terapkan keadilan restoratif secara tepat sasaran.
5️⃣ Pengawasan: Bersih ke Dalam.
Pengawasan internal berjalan berkelanjutan. Setiap pengaduan harus ditindaklanjuti. Pimpinan harus berani bertindak cepat jika menemukan penyimpangan.
6️⃣ Anggaran: Setiap Rupiah untuk Manfaat Nyata.
Tertib, transparan, dan akuntabel. Pastikan setiap pengeluaran benar-benar mendukung operasional dan pelayanan kepada masyarakat.
7️⃣ Transformasi Digital: Teknologi untuk Kerja Lebih Cerdas.
Manfaatkan sistem digital untuk percepatan layanan, pelaporan, dan pemantauan. Kurangi beban administrasi yang tidak perlu.
8️⃣ Harkamtibmas: Cegah Sebelum Terjadi, Hadir Sebelum Dibutuhkan.
Polri harus menjadi solusi, bukan pemicu masalah. Perkuat komunikasi dengan masyarakat, deteksi ketegangan sejak dini, dan selesaikan secara persuasif.
Kapolda memperkenalkan pendekatan “Continuity with Correction” – teruskan program yang sudah baik, perbaiki yang belum sempurna. Enam nilai budaya kerja yang harus dihayati setiap anggota:
🔸 Hadir saat dibutuhkan
🔸 Cepat merespons
🔸 Terbuka pada pengaduan
🔸 Dekat dengan masyarakat
🔸 Adil bertindak
🔸 Adaptif terhadap perubahan.
Pesan penutup Kapolda menggetarkan seluruh ruangan:
“Jadilah polisi yang dipercaya karena integritasnya, dihormati karena profesionalismenya, dan dicintai karena pengabdiannya.”
Kedekatan dengan masyarakat, ketegasan yang tetap humanis, dan kesungguhan menyelesaikan masalah – itulah wajah baru Polri di NTT yang diharapkan terus tumbuh dan dipercaya oleh rakyat.(*)
Editor: Hiro Lukas
