Cerita Rakyat “Na’i Singa No Laho” Membawa Kebanggaan – SDK Lafaekfera Juara 3 Tingkat Kabupaten Belu.

IMG_20261002_072135_703

BELU, klikinfopol.com. 2 Oktober 2026 – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Belu. SDK Lafaekfera berhasil meraih Juara 3 Lomba Bercerita Rakyat dalam Bahasa Tetun pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) – Bahasa Tetum, Bunaq, Kemak Tingkat Kabupaten Belu, September 2026.

Dengan membawakan cerita “Na’i Singa No Laho”, anak-anak SDK Lafaekfera membuktikan bakat sekaligus kecintaan pada bahasa ibu dan meraih Juara 3 Tingkat Kabupaten Belu.

Bagi para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah, keikutsertaan ini bukan sekadar mengejar piala. Melalui cerita rakyat yang disampaikan dalam bahasa ibu sendiri, anak-anak diajak:

– ✅ Mengenal kembali akar budaya leluhur

– ✅ Mencintai dan berani menggunakan bahasa daerah

– ✅ Menggali kearifan lokal serta pesan moral yang menyejukkan hati

Bahasa Tetun bukan sekadar alat bicara – ia adalah identitas, jati diri, dan warisan yang harus dijaga bersama.

Kepala SDK Lafaekfera, Cresentia Pareira, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya:

“Prestasi ini bukan sekadar peringkat. Ini menjadi motivasi bagi kami semua: Mari berkompetisi. Setiap perlombaan adalah kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi diri. Anak-anak kami berani tampil, berani berbicara, dan berani menjaga bahasa ibunya – itulah kemenangan sesungguhnya.”

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa bahasa daerah tetap hidup, indah, dan mampu menginspirasi. Semoga langkah ini memicu lebih banyak anak muda untuk bangga berbahasa ibu, mewariskan kekayaan budaya Belu kepada generasi berikutnya.

Selamat dan bangga untuk SDK Lafaekfera. Teruslah berkarya, teruslah menjaga warisan leluhur.(*)

Editor: Hiro Lukas