Hasil Verifikasi Tahap II Dirilis – Warga Manggarai Timur Bisa Ajukan Sanggahan Lewat Link Resmi.
BORONG, klikinfopol.com. 1 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah merampungkan proses verifikasi dan validasi (verval) data rumah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 SR Tahap II. Hasil pendataan ini resmi dipublikasikan melalui Surat Edaran Bupati tertanggal 30 September 2026, membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan sanggahan jika kondisi kerusakan belum tercatat sesuai kenyataan.
Data Tahap I yang Sudah Ditetapkan.
Sebelumnya, pada Tahap I (1–9 September 2026), tercatat 24.392 rumah terdampak dengan rincian:
– Rusak Berat: 7.516 unit
– Rusak Sedang: 6.039 unit
– Rusak Ringan: 10.837 unit
Data ini telah ditetapkan melalui SK Bupati Nomor HK/167/Tahun 2026 pada 22 September 2026 setelah melewati uji publik dan masa sanggahan.
Sanggahan Online Tahap II – Cek & Ajukan Lewat Tautan Resmi.
Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Posko Tanggap Darurat, Winsensius Tala, M.Pd., menyampaikan bahwa pendataan Tahap II telah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Nomor Ekbang.360/822/IX/2026.
Bagi warga yang merasa data kerusakan rumahnya belum sesuai, bisa mengajukan sanggahan secara daring melalui tautan resmi:
🔗 https://linktr.ee/sanggahrumahmatim
Pilih kecamatan sesuai lokasi rumah:
– Borong
– Rana Mese
– Kota Komba / Kota Komba Utara
– Lamba Leda / Selatan / Timur / Utara
– Elar / Elar Selatan
– Congkar
– Sambi Rampas.
Sekda Win menegaskan agar seluruh aparatur kecamatan, desa, dan kelurahan menyebarkan informasi ini secara luas:
“Jika ada data yang perlu diklarifikasi, sampaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. DILARANG keras melakukan perubahan atau penafsiran data secara sepihak. Semua penyesuaian harus berjalan prosedural dan akuntabel.”
Pembukaan masa sanggahan ini adalah wujud keterbukaan dan keadilan – agar setiap rumah yang rusak benar-benar tercatat, dan bantuan pemulihan dapat disalurkan tepat kepada yang berhak. Warga dimanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa data dan melaporkan jika ada ketidaksesuaian.(*)
Sumber: Prokopim Manggarai Timur
Editor: Hiro Lukas
