Disetujui Presiden Prabowo. Pantura Flores 437 KM, Mimpi Sejak Era Ben Mboi Kini Menjadi Kenyataan.
KUPANG, klikinfopol.com. 2 September 2026. Sebuah mimpi yang telah ditanam sejak era Gubernur Ben Mboi akhirnya menemukan jalan terang. Di tengah duka dan kesulitan pascagempa 7,7 Magnitudo yang mengguncang Flores 15 Agustus lalu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membawa harapan besar ke hadapan Presiden Prabowo Subianto, dan mendapat jawaban yang selama ini ditunggu masyarakat Flores.
Dalam rapat penanganan gempa di Posko Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Gubernur Melki menyampaikan hal yang sangat mendesak: Jalur Lintas Utara Flores harus dibuka dan dikembangkan.
“Sejak kejadian tahun 1992 ke sini, jalur utara kami ini jadi penentu pergerakan bantuan. Kalau tidak bisa digerakkan, berarti melalui udara atau laut,” ujar Melki dengan penuh harap.
Ia menambahkan, gagasan ini sudah menjadi cita-cita sejak zaman Gubernur Ben Mboi: “Kalau utara dibuka, sektor produksi, pariwisata, ekonomi kita di utara itu terbuka. Flores bisa berkembang lebih baik lagi.”
Tanpa menunggu lama, Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo: “Rencanakan, Menteri PU.” dan Menteri PU menjawab siap: “Sudah direncanakan.”
Rencana pembangunan dan rehabilitasi Jalur Pantai Utara (Pantura) Flores mencakup 16 ruas jalan sepanjang 437,29 km, melintasi delapan kabupaten:
– Manggarai Barat: 3 ruas — 81,5 km
– Manggarai: 2 ruas — 30,9 km
– Manggarai Timur: 2 ruas — 81,3 km
– Ngada: 2 ruas — 42,96 km
– Nagekeo: 3 ruas — 59,96 km
– Ende: 2 ruas — 78,39 km
– Sikka: 2 ruas — 62,28 km
Jalur ini akan membentang dari wilayah barat di Labuan Bajo hingga ke timur di Maumere, menghubungkan kawasan-kawasan yang selama ini terisolasi.
Pantura Flores bukan sekadar aspal dan beton. Jalur ini adalah kunci strategis untuk empat hal besar:
1. Ketahanan Wilayah & Penanganan Bencana
Gempa 15 Agustus membuktikan betapa krusialnya jalur alternatif. Ketika jalur utama terputus, bantuan sempat tertunda. Dengan Pantura, pemerintah dan tim kemanusiaan punya jalur cadangan untuk menyalurkan bantuan dengan cepat saat bencana terjadi.
2. Membuka Pintu Ekonomi Masyarakat
Hasil bumi, ikan, dan produk warga di wilayah utara Flores selama ini sulit diangkut ke pasar. Jalan yang baik akan mempercepat distribusi, menaikkan harga jual, dan meningkatkan pendapatan petani serta nelayan.
3. Pariwisata yang Merata
Selama ini wisatawan hanya berpusat di Labuan Bajo. Pantura akan membuka akses ke destinasi wisata baru di sepanjang pantai utara, dari pantai-pantai eksotis hingga situs budaya yang belum tersentuh. Wisatawan bisa menjelajahi Flores dari barat hingga timur tanpa harus kembali ke jalur yang sama.
4. Pemerataan Pembangunan
Pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya berpusat di selatan. Kawasan utara yang selama ini tertinggal kini punya peluang tumbuh setara, pemerataan yang sudah lama diimpikan warga Flores.
Gubernur Melki menegaskan: bencana yang terjadi bukan hanya musibah, tetapi juga momen untuk melihat apa yang kurang dan harus diperbaiki. Keterbatasan akses darat saat gempa menjadi bukti nyata bahwa konektivitas adalah bagian dari ketahanan bencana.
“Pembangunan Flores tidak boleh hanya bertumpu pada satu jalur pertumbuhan. Potensi yang tersebar di berbagai wilayah perlu dihubungkan melalui infrastruktur yang memadai agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” tegas Gubernur Melki.
Dengan perintah langsung dari Presiden Prabowo, Pantura Flores kini bukan lagi sekadar wacana. Ini adalah investasi besar bagi masa depan Flores, jalur yang akan menghubungkan saudara-saudara kita dari ujung barat hingga ujung timur, membuka peluang ekonomi baru, dan menjadikan Flores wilayah yang lebih tangguh, lebih terhubung, dan lebih sejahtera.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Baldus Sae
Editor: Hiro Lukas
