TANGGAP DARURAT DIPERPANJANG 14 HARI. Pemerintah NTT: Pelayanan Tetap Jalan, Sekolah Segera Kembali Belajar.

IMG_20260827_235306_135

ENDE, klikinfopol.com. 27 Agustus 2026. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung 29 Agustus hingga 12 September 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Tanggap Darurat yang digelar di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama aktivitas gempa susulan yang masih terus terjadi di berbagai wilayah Flores hingga saat ini.

“Kita akan perpanjang masa tanggap darurat provinsi selama dua minggu, mulai tanggal 29 Agustus sampai dengan 12 September 2026.”

Perpanjangan ini bukan berarti aktivitas pemerintahan berhenti. Justru, Gubernur menegaskan seluruh fungsi pelayanan publik harus mulai diaktifkan kembali secara bertahap, disesuaikan dengan tingkat keamanan di masing-masing wilayah.

“Walaupun masih masa tanggap darurat, berbagai fungsi pelayanan harus mulai diaktifkan kembali dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat keamanan di lapangan.”

Sektor kesehatan telah membuktikan pelayanan tetap berjalan dengan pola adaptif, termasuk pelayanan di tenda darurat. Gubernur meminta semua sektor menerapkan pola yang sama.

Salah satu keputusan penting: aktivitas pendidikan akan kembali berjalan mulai pekan depan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

– Jenjang SMA, SMK, SLB: Dikoordinasi Dinas Pendidikan Provinsi

– Jenjang TK, PAUD, SD, SMP: Dikoordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten masing-masing

“Kalaupun rumah sakit lapangan bisa digelar, puskesmas bisa digelar, sekolah lapangan pun masih bisa kita gelar.”

Pembelajaran tidak harus di gedung. Sekolah lapangan, ruang belajar sementara, penggabungan kelas di lokasi aman — semua bisa menjadi alternatif selama memenuhi syarat keselamatan. Pemetaan kondisi sekolah dan penentuan metode pembelajaran segera dilakukan.

Gubernur menegaskan agar tidak memaksakan penggunaan fasilitas yang dinyatakan tidak aman. Pemerintah terus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sekolah, kantor, rumah sakit, dan gedung publik lainnya.

“Kalau kategori merah, jangan dipaksa. Kita harus menyesuaikan.”

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia juga menegaskan agar dukungan anggaran dari pemerintah pusat segera dimanfaatkan secara optimal:

– Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT

– Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak

“Para bupati, camat, lurah, dan kepala desa harus memetakan betul titik-titik yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan agar segera ditindaklanjuti.”

Perpanjangan masa tanggap darurat ini bertujuan untuk:

✅ Memastikan penanganan bencana tetap terkoordinasi dan berjalan cepat

✅ Memberi ruang memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat

✅ Memenuhi kebutuhan warga terdampak secara menyeluruh

✅ Mulai mempersiapkan tahap pemulihan pascabencana

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten terdampak akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan langkah penanganan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

 

Sumber : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis – Foto: Baldus Sae

Editor: Hiro Lukas