NTT DIPILIH LOKUS UTAMA PROGRAM KITA SEHAT: WAGUB JOHNI PAPARKAN TANTANGAN, BUKA PINTU KERJASAMA TRANSFORMASI KESEHATAN TERPADU.

IMG-20260720-WA0024

Kupang, 20 Juli 2026 – Kabar gembira bagi perbaikan layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur. Provinsi kita resmi ditetapkan sebagai salah satu dari tiga daerah lokus pelaksanaan Program KITA SEHAT (Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan), bersama Jawa Barat dan Papua Barat Daya. Penetapan ini disahkan dalam acara Peluncuran Nasional yang digelar di Jakarta, Senin (20/7).

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma hadir langsung mewakili pemerintah daerah dalam kegiatan yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Australia tersebut. Program ini mengusung pendekatan “One Health”—menyatukan pengelolaan kesehatan manusia, kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan ketahanan iklim secara utuh untuk membangun sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan transformasi kesehatan dimulai dari penguatan layanan kesehatan primer, bukan hanya berfokus pada pelayanan rujukan. Seluruh daerah diminta menetapkan target yang terukur agar penurunan stunting, peningkatan imunisasi, dan pelayanan cek kesehatan gratis dapat dinikmati secara nyata oleh masyarakat.

Perwakilan Pemerintah Australia, Gita Kamath, menyatakan dukungan negaranya akan diarahkan pada perbaikan gizi, peningkatan kapasitas pemimpin daerah, sistem pemantauan penyakit, serta kesiapan menghadapi ancaman wabah maupun dampak perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, Wagub Johni menyampaikan secara terbuka berbagai tantangan yang masih dihadapi NTT:

– Stunting: Masih tinggi di Sikka dan Sumba Barat Daya (masing-masing sekitar 39%), serta Belu (29,3%)

– Angka Kematian: Sepanjang 2025 tercatat 141 kasus kematian ibu, 986 kasus kematian bayi, serta peningkatan angka kematian balita

– Penyakit Menular: Hingga Juni 2026 terdapat 87 kasus malaria (1 meninggal), 10.209 kasus kumulatif HIV, dan 4.787 kasus TBC

– Rabies: Telah menyebar ke 16 kabupaten/kota. Dibutuhkan 400.000 dosis vaksin untuk mencapai kekebalan kelompok, namun saat ini baru tersedia sekitar 200.000 dosis beserta keterbatasan biaya operasional petugas.

“Persoalan ini tidak hanya soal obat atau fasilitas. Ada juga keterbatasan air bersih, sanitasi, budaya hidup bersih yang belum merata, hingga pemahaman kesehatan masyarakat yang perlu terus ditingkatkan,” jelas Wagub Johni.

Melalui program ini, pihaknya berharap dukungan yang diberikan tak hanya berupa alat atau obat, melainkan menyentuh akar masalah secara menyeluruh.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dan berkolaborasi penuh dengan pemerintah pusat serta mitra pembangunan. Mulai dari percepatan penurunan stunting, perbaikan sanitasi, pengendalian penyakit, hingga pemenuhan kebutuhan vaksin rabies akan menjadi prioritas bersama.

“Program KITA SEHAT adalah langkah besar untuk mewujudkan sistem kesehatan NTT yang tangguh, merata, dan berkelanjutan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tegas Wagub Johni.

 

Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis: Lilo Banunaek

Foto: Vira Ukar

Editor: Hiro Lukas