NTT Punya Potensi Raksasa EBT: 338 GWp Surya & 20 GW Angin, Siap Menuju Emisi Nol 2050.
KUPANG, 30 Juni 2026 – Menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus tumbuh, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memulai langkah strategis menyusun peta jalan transisi energi bersih. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri acara Kickoff Meeting Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan NTT Menuju Net Zero Emission 2050, yang digelar IESR di Hotel Aston Kupang, Selasa (30/6/2026).
Kajian yang dilakukan Institute For Essential Service Reform (IESR) menunjukkan NTT memiliki cadangan energi bersih yang sangat melimpah:
✅ Tenaga Surya: Lebih dari 338 GWp
✅ Tenaga Angin: Lebih dari 20 GW
✅ Ditambah potensi air, panas bumi, dan biomassa yang tersebar di seluruh wilayah
“Potensi ini adalah modal emas. Penyusunan peta jalan ini akan memastikan kita mengelolanya secara terarah demi mencapai target emisi nol bersih pada 2050,” ujar Muhammad Maghribul Falah, Manager Program NTT NZE 2050 IESR.
Gubernur Melki mengakui dampak perubahan iklim sudah sangat terasa di NTT: musim kemarau lebih panjang, pola hujan tak menentu, hingga risiko bencana yang mengancam pertanian dan ketahanan pangan. Di sisi lain, kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pembangunan berbagai sektor.
“Kita punya tantangan ganda: harus memenuhi kebutuhan energi yang terus naik, tapi juga menjaga lingkungan. Oleh karena itu, visi NTT Net Zero Emission 2050 menjadi komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan Sumba Iconic Island yang memanfaatkan tenaga surya, mikrohidro, angin, dan biomassa untuk melistriki wilayah tersebut.
“Ini bukti bahwa wilayah kepulauan seperti NTT bisa menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia. Energi bersih tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga membuka peluang investasi hijau, lapangan kerja, dan memperluas akses listrik hingga ke pulau-pulau kecil terluar,” jelas Gubernur.
Gubernur berharap roadmap ini nantinya bukan sekadar dokumen, tapi menjadi acuan kebijakan yang jelas, sesuai karakteristik wilayah, dan mampu menarik investasi.
“Semoga hasilnya mendorong pembangunan yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh rakyat NTT,” pungkasnya.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Penulis: Charles Gunawan
Foto: Dio Ceunfin
Editor: Hiro Lukas
