Setengah Miliar Dana Desa Motaain di Malaka Masih dikelola Mantan Kades Salomon Leki

Betun, Malaka — Mantan Kepala Desa Motaain di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka-NTT diduga menyalahgunakan keuangan negara sebesar ratusan juta yang dikelolanya sejak menjabat sebagai kepala desa Motaain pada periode tahun 2017-2022 hingga hari ini.

Mantan Kepala Desa Motaain Salomon Leki diduga kuat telah menyalahgunakan uang negara sebesar itu untuk kepentingan pribadinya secara melawan hukum.

Demikian dikatakan Kepala Desa Motaain Ambrosius Klau kepada Wartawan ketika ditemui di Kantornya pada Senin 29 April 2024.

Amros mengatakan, Sejak dia dilantik pada 14/02/2023 belum ada penyerahan aset dan atau serah terima momori terkait dengan aset aset oleh mantan Kades Salomon Leki.

Terhadap hal dimaksud, Ia kemudian buat surat panggilan kepada Salomon Leki guna untuk klarifikasi beberapa hal. Meski begitu, kata dia, Tidak ada tanggapan dari Salomon sebagai mantan Kades Motaain. Selanjutnya Kades Ambros menerbitkan surat peringatan hingga 3 kali yang juga hingga saat ini tidak digubris oleh Salomon.

Selanjutnya kami dari pemerintah desa membuat surat permohonan audit kepada Bupati Malaka, Tipikor Polres Malaka, Kejaksaan Negeri Atambua dan DPRD Malaka.

Adapun maksud dan tujuan surat itu ialah untuk pengelolaan keuangan negara dalam hal ini Dana Desa yang cukup fantastis nilainya kurang lebih setengah Miliar.

Item kegiatan itu berupa belanja modal pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan Sub Bidang Kelautan dan Perikanan senilai Rp. 483.401.000.00 Juta dengan nomenklatur kegiatan; Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Keramba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa.

Menurut penjelasan Kades Motaain, pengelolaan kegiatan yang menelan anggaran sebesar itu hanya dinikmati oleh Mantan Kades untuk kepentingan pribadinya sejak masih aktif hingga hari ini sehingga perlu dilakukan audit untuk mencari tahu kemana larinya uang negra sebesar itu.

Kades Amros yang didampingi Ketua BPD bersama anggotanya sangat mengharapkan atensi serius dari Pemda Malaka melalui Inspektorat dan Pihak APH baik Tipikor Polres Malaka maupun Kejaksaan Negeri Atambua untuk segera melakukan audit terhadap Mantan Kepala Desa Motaain Salomon Leki.

Adriana Marice Aek dan semua anggotanya yang dikonfirmasi mengatakan hal serupa. Menurut mereka, Mantan Kades Motaain harus diperiksa karena sampai saat ini masih menguasai aset desa yang anggarannya cukup besar nilainya.

Pihaknya pun ramai ramai mendukung penuh langkah yang diambil pemerintah Desa Motaain untuk diaudit oleh Inspektorat dan APH.(Red).