{"id":947,"date":"2026-04-23T13:05:33","date_gmt":"2026-04-23T13:05:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=947"},"modified":"2026-04-23T13:05:33","modified_gmt":"2026-04-23T13:05:33","slug":"ketua-lpri-tegaskan-anggota-yang-loyal-lebih-berharga-daripada-orang-yang-hanya-pintar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=947","title":{"rendered":"Ketua LPRI Tegaskan: Anggota yang Loyal Lebih Berharga Daripada Orang yang Hanya Pintar"},"content":{"rendered":"<p>Ketua DPD LPRI Provinsi NTT, Rezky Yunike Agustin Frans menegaskan, Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) tidak membutuhkan orang yang hanya cerdas atau pandai semata, melainkan membutuhkan anggota yang memiliki sifat kesetiaan dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi.<\/p>\n<p>Hal ini ditegaskannya saat memimpin langsung kegiatan Pemantapan Organisasi yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di salah satu kafe di wilayah Bakateo Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Malaka yang baru, Cyriakus Kiik, beserta seluruh jajaran pengurus tingkat daerah dan pengurus cabang Kabupaten Malaka.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-949\" src=\"https:\/\/www.klikinfopol.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260422-WA00663.jpg\" alt=\"\" width=\"1089\" height=\"546\" srcset=\"https:\/\/www.klikinfopol.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260422-WA00663.jpg 1089w, https:\/\/www.klikinfopol.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260422-WA00663-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.klikinfopol.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260422-WA00663-1024x513.jpg 1024w, https:\/\/www.klikinfopol.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260422-WA00663-768x385.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1089px) 100vw, 1089px\" \/><\/p>\n<p>Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperkuat struktur organisasi, menyelaraskan langkah kerja, serta mendalami berbagai persoalan strategis yang saat ini tengah terjadi dan dirasakan langsung di lapangan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ketua LPRI NTT Rezky mengatakan, orang yang memiliki sifat loyal itu merupakan hal yang sangat langka, sedangkan orang yang pandai atau pintar jumlahnya sangat banyak di mana-mana. Menurutnya, kepintaran seseorang tanpa diiringi dengan kesetiaan dan tanggung jawab yang kuat tidak akan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan organisasi dan pelaksanaan tugas pengawasan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita bisa menemukan banyak orang yang memiliki kemampuan intelektual yang baik, namun jika tidak memiliki kesetiaan, kemampuan itu bisa saja disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Sebaliknya, orang yang setia meskipun tidak memiliki kemampuan yang terlalu tinggi, jika dididik dan dibimbing dengan baik, akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi kepentingan organisasi serta masyarakat,&#8221; ujarnya tegas.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa kesetiaan terhadap organisasi berarti menjunjung tinggi aturan, memegang teguh prinsip, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik tanpa memandang keuntungan pribadi. Hal ini menjadi syarat utama bagi seluruh pengurus dan anggota LPRI dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pengawasan yang bertujuan menciptakan pemerintahan yang bersih, adil, dan sejahtera.<\/p>\n<p>Selain menekankan hal tersebut, dalam pertemuan ini juga dibahas berbagai permasalahan krusial yang sedang dihadapi masyarakat, mulai dari masalah pungutan liar, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, kendala di sektor pertanian, hingga isu penyimpangan pengelolaan keuangan dan aset daerah. Seluruh peserta diminta untuk bekerja secara bersama-sama, menjaga kepercayaan yang diberikan, dan menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua DPD LPRI Provinsi NTT, Rezky Yunike Agustin Frans menegaskan, Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":948,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-malaka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":950,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/947\/revisions\/950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}