{"id":743,"date":"2026-04-11T01:13:41","date_gmt":"2026-04-11T01:13:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=743"},"modified":"2026-04-11T01:13:41","modified_gmt":"2026-04-11T01:13:41","slug":"wakil-gubernur-ntt-hadiri-syukuran-pengukuhan-guru-besar-undana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=743","title":{"rendered":"Wakil Gubernur NTT Hadiri Syukuran Pengukuhan Guru Besar Undana*"},"content":{"rendered":"<p>Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menghadiri acara syukuran atas pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. Wiliam J. Djani, M.Si yang berlangsung di Hotel Cahaya Bapa, Kupang, Jumat (10\/4\/2026) malam.<\/p>\n<p>Prof. Wiliam J. Djani sebelumnya telah dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada 8 April 2026, dengan kepakaran di bidang Reformasi Kebijakan dalam Pembangunan Kesehatan.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan bahwa pencapaian sebagai Guru Besar merupakan prestasi akademik tertinggi yang tidak mudah diraih, melainkan melalui proses panjang yang penuh ketekunan, konsistensi, dan kerja keras.<\/p>\n<p>\u201cCapaian ini merupakan impian setiap akademisi. Untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan yang panjang, ketekunan, serta semangat yang tidak pernah padam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian gelar akademik, tetapi juga merupakan simbol dari dedikasi dan pengabdian dalam dunia pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi Guru Besar ibarat seorang petarung yang tidak hanya kuat di awal, tetapi mampu bertahan, bangkit saat jatuh, dan tetap fokus hingga akhir. Prof. Wiliam Djani telah membuktikan hal tersebut,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi Universitas Nusa Cendana, masyarakat, serta keluarga besar Prof. Wiliam Djani.<\/p>\n<p>Menurutnya, pengukuhan Guru Besar harus menjadi momentum untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan dunia pendidikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam kerangka kerja pentahelix guna mendukung pembangunan di NTT.<\/p>\n<p>\u201cAtas nama Pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT, saya menyampaikan proficiat kepada Prof. Wiliam Djani. Semoga terus memberikan kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Prof. Wiliam J. Djani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan akademiknya.<\/p>\n<p>Ia juga mengharapkan adanya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam membangun NTT.<\/p>\n<p>Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jeffri Bale, turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah memberikan dukungan penuh selama proses akademik Prof. Wiliam Djani.<\/p>\n<p>Ia berharap kehadiran Guru Besar ini dapat memberikan kontribusi signifikan serta menjadi lokomotif pengembangan keilmuan di lingkungan Undana.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap Prof. Wiliam Djani dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kupang Yosef Lede, Rektor dan jajaran civitas akademika Universitas Nusa Cendana Kupang, serta undangan lainnya.<\/p>\n<p>Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT<\/p>\n<p>Penulis: Baldus Sae<br \/>\nFoto: Dio Ceunfin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menghadiri acara syukuran atas pengukuhan Guru Besar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":744,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ntt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=743"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":745,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/743\/revisions\/745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}