{"id":1493,"date":"2026-05-31T13:36:20","date_gmt":"2026-05-31T13:36:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=1493"},"modified":"2026-05-31T13:36:20","modified_gmt":"2026-05-31T13:36:20","slug":"pembangunan-sekolah-rakyat-pertama-di-ntt-capai-75-persen-mensos-gus-ipul-target-dibuka-juli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/?p=1493","title":{"rendered":"Pembangunan Sekolah Rakyat Pertama di NTT Capai 75 Persen, Mensos Gus Ipul Target Dibuka Juli."},"content":{"rendered":"<p>Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan Sekolah Rakyat permanen pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibangun di Kabupaten Kupang mulai beroperasi pada Juli 2026 setelah progres pembangunan mencapai sekitar 75 persen.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi pembangunan sekolah di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (31\/5\/2026), didampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma.<\/p>\n<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan program prioritas nasional di bidang pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan.<\/p>\n<p>\u201cSekolah Rakyat di Kabupaten Kupang Provinsi NTT posisinya sudah mencapai dan mendekati 75 persen dan kita sudah melihat model dari asrama untuk siswa. Kita harapkan pembelajaran nanti bisa dimulai pada bulan Juli mendatang,\u201d kata Saifullah Yusuf.<\/p>\n<p>Sekolah Rakyat permanen pertama di NTT itu dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dan dirancang menampung lebih dari 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem pendidikan berbasis asrama.<\/p>\n<p>Menurut Gus Ipul, fasilitas yang disiapkan tidak hanya ruang belajar, tetapi juga asrama siswa dan guru, fasilitas olahraga, laboratorium, perpustakaan hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung proses pembelajaran terpadu.<\/p>\n<p>\u201cGedung ini bisa menampung lebih dari 1.000 siswa termasuk di dalamnya ada asrama untuk guru, fasilitas olahraga, fasilitas ekstrakurikuler, laboratorium, perpustakaan yang semuanya diharapkan menjadi bagian dari dukungan Sekolah Rakyat terhadap proses pembelajaran,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan intervensi pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah hadiah, ini adalah persembahan Presiden Prabowo Subianto untuk keluarga paling tidak mampu dalam rangka memutus mata rantai kemiskinan dan menghasilkan generasi emas 2045,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Saifullah Yusuf mengatakan Kabupaten Kupang menjadi daerah pertama di NTT yang memenuhi persyaratan lahan sehingga menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di provinsi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cUntuk kesempatan pertama baru Kabupaten Kupang yang memenuhi syarat tanahnya untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap pemerintah daerah lain di NTT segera menyiapkan lahan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat diperluas.<\/p>\n<p>\u201cInsya Allah di bawah koordinasi Pak Gubernur banyak lagi kabupaten kota yang telah bekerja keras untuk menghadirkan lahan yang layak untuk segera dibangun,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Gus Ipul, pembangunan fisik sekolah dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial bertugas mengusulkan dan mengoordinasikan program bersama Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cYang membangun adalah Kementerian PUPR. Yang mengusulkan kami dari Kementerian Sosial dibantu oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mengoordinasikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia memastikan seluruh aspek teknis pembangunan telah dihitung sebelum proyek dimulai, mulai dari ketersediaan air, pasokan listrik, hingga mitigasi risiko bencana.<\/p>\n<p>\u201cSebelum dibangun sudah dihitung semua bagaimana daya dukung airnya, bagaimana keamanannya dari bencana. Pasokan listrik sudah siap, semua sudah dihitung dan menjadi bagian dari kriteria,\u201d kata Gus Ipul.<\/p>\n<p>Selain meninjau pembangunan sekolah permanen, Mensos juga melihat perkembangan Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini masih menggunakan gedung sementara.<\/p>\n<p>\u201cIni satu kemajuan yang luar biasa dan tadi kita sudah lihat anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat rintisan dengan gedung sementara yang telah berjalan dengan baik dan hasilnya sudah mulai nampak. Ke depannya lebih banyak lagi yang kita jangkau,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sekolah tersebut dirancang menerima siswa secara bertahap. Pada tahun pertama jumlah peserta didik diperkirakan sekitar 300\u2013400 siswa, meningkat menjadi sekitar 800 siswa pada tahun berikutnya, dan ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada 2028.<\/p>\n<p>\u201cIni untuk 1.000 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Setiap tahun kita menerima sekitar 300 siswa, SD 100, SMP 100 dan SMA 100, maka selama tiga tahun akan penuh,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Terkait pengelolaan, pemerintah menetapkan aset sekolah tetap menjadi milik negara dan dikelola bersama oleh Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cUntuk kepemilikan aset tentu milik pemerintah, dikelola oleh Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah,\u201d kata Gus Ipul.<\/p>\n<p>Seleksi siswa akan difokuskan pada warga lokal dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan verifikasi data kesejahteraan sosial.<\/p>\n<p>\u201cYang bersekolah di sini adalah warga setempat yang ditetapkan oleh Bupati Kupang. Setelah data masuk diperiksa apakah benar-benar ada di desil satu dan memenuhi kriteria warga yang paling tidak mampu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara proses rekrutmen tenaga pendidik akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.<\/p>\n<p>\u201cUntuk guru diseleksi ketat melalui BKN, Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dikdasmen,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal penyelesaian pembangunan agar target operasional Juli 2026 dapat tercapai.<\/p>\n<p>\u201cSebagai wakil pemerintah pusat di daerah kami akan terus mengawal proses pembangunan yang sekarang sudah mencapai 75 persen agar cepat mencapai 100 persen sehingga cepat beroperasi,\u201d kata Melki.<\/p>\n<p>Ia juga menyatakan pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota lain di NTT untuk mempercepat penyediaan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat berikutnya.<\/p>\n<p>\u201cKami akan terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota se-NTT yang belum mendapatkan program Sekolah Rakyat sehingga bisa cepat menyelesaikan urusan lahannya dan segera mengajukan ke Kementerian Sosial agar segera dibangun,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Kupang Yosep Lede, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, serta Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Istiadi Nugroho.<\/p>\n<p>Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan. #AyoBangunNTT<\/p>\n<p>Penulis : Yosep Purek<\/p>\n<p>Foto : Iqbal<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan Sekolah Rakyat permanen pertama di Nusa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1494,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ntt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1493"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1495,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1493\/revisions\/1495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.klikinfopol.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}