Dugaan KDRT di Rabasa Haerain Berhasil Dimediasi oleh Lembaga Adat dan BPD

 

Betun, Malaka — Masalah KDRT yang dialami oleh salah seorang warga Desa Rabasa Haerain bernama Maria Luruk akhirnya diselesaikan Pemerintah Desa, BPD dan LAD Setempat.

Dugaan KDRT dengan pelaku Agustinus Seran itu diadukan ke Pemerintah Desa pada pekan lalu hingga hari ini telah dilakukan proses mediasi di Kantor Desa. Senin 28 Mei 2024.

Ketua BPD Rabasa Haerain Fransiskus Klau dalam sambutannya, menghendaki agar persoalan yang dihadapi kedua pihak keluarga dapat diurus secara baik. Meskipun demikian, kata dia, apa yang dilakukan oleh pihak pengadu dengan membawa persoalan dimaksud kepada Pemerintah Desa merupakan sebuah keputusan yang benar.

Kepala Desa Rabasa Haerain Patrisius Seran,S.Sos menghimbau kepada kedua pihak keluarga agar dalam proses mediasi berjalan perlu saling menghormati satu sama lain dalam hal menyampaikan pendapat.

Ketua LAD Rabasa Haerain menegaskan bahwa persoalan yang dialami oleh pangadu Maria Luruk merupakan persoalan yang memprihatinkan sehingga hal itu perlu menjadi perhatian bersama oleh kedua keluarga.

Hal senada ditambahkan oleh Ketua BPD Rabasa Haerain bahwa pihaknya cukup tegas dalam persoalan yang dialami Maria Luruk. Sehingga, kata dia, kami akan terus mendorong keluarga dari pihak laki laki agar segera membangun komunikasi dengan Agustinus Seran/Suami dari Maria Luruk. Hal itu, lanjutnya, dilakukan sebagai bentuk dari keseriusan BPD dalam menyikapi semua persoalan di dalam Desa.

Pantauan wartawan di lokasi, proses mediasi ini berjalan dengan aman dan lancar hingga menghasilkan sebuah keputusan yang memberikan rasa adil bagi para pihak, khususnya pihak pengadu dalam hal ini Ibu Maria Luruk dan keluarga besar.(NBS).